alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pandemi, Realisasi Investasi di Mataram Merosot Tajam

MATARAM-Perekonomian di Kota Mataram merasakan dampak pandemi Covid-19. Data investasi selama semester awal menunjukkan angka penurunan yang signifikan.

“Untuk investasi, memang ada penurunan karena dampak Covid-19 ini,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Irwan Rahadi

Di tahun 2017 lalu, angka investasi di Kota Mataram mencapai Rp 5,7 triliun. Kemudian di tahun 2018 berkurang menjadi sekitar Rp 4 triliun. Sementara di tahun 2019, kemerosotan investasi terjadi akibat dampak gempa yang mengguncang Lombok. Sehingga angka investasi berada di angka sekitar Rp 950 miliar.

Kini di tahun 2020 investasi juga merosot akibat pandemi Covid-19. Jumlahnya di semester pertama hanya Rp 475 miliar.

Sebagian besar investasi yang ada di Kota Mataram merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Mulai dari bidang kontruksi pengadaan barang, perdagangan, dan penyediaan jasa. “Penanaman modal asing sangat sedikit karena Mataram ini kota dagang dan jasa,” jelas Irwan.

Tak hanya berdampak pada investasi, Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan pada DPMPTSP juga ikut terdampak aibat wabah Covid-19. Dari target PAD Rp 4 miliar, realisasi baru mencapai Rp 850 juta. Akhirnya, target Rp 4 miliar dirasionalisasi menjadi Rp 2 miliar. “Jadi realisasi PAD dari IMB dan retribusi izin minol kami sekarang sekitar 40 persen,” akunya.

Sejauh ini, IMB dari pembangunan hotel dan industri skala kecil menjadi penyumbang terbanyak. Mantan Camat Selaparang ini juga mengatakan, investasi mengalami penurunan dari tahun ke tahun akibat keterbatasan lahan.

“Kesulitan lahan menjadi penyebab terbatasnya investasi. Jika lahan sekarang sudah mulai sulit, bagaimana orang mau berinvestasi,” ujarnya.

Pengusaha developer dikatakan Irwan kini mentok membangun perumahan di lahan seluas setengah hektare atau satu hektare. Sehingga sejauh ini DPMPTSP Mataram memaksimalkan pendapatan dari IMB dan retribusi dari bangunan yang sifatnya pribadi seperti IMB rumah warga dan pertokoan. (ton/r3)

Tahun    Investasi

2017       Rp 5,4 triliun

2018       Rp 4 triliun

2019        Rp 950 miliar

2020           Rp 476 miliar

Sumber: DPMPTSP Kota Mataram

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks