alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Warga dan Pengusaha Akhirnya Damai, Blokir Pantai Mapak Dibuka,

MATARAM-Penutupan pintu masuk menuju pantai Mapak Indah dilakukan warga berakhir damai. Pekan lalu warga bersama pengusaha dimediasi di Polresta Mataram guna mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut.

“Sekarang warga dan pengusaha sudah berdamai. Tidak lagi ada masalah,” kata Staf Kecamatan Sekarbela Lalu Agus, Minggu (9/8)

Dari hasil mediasi, kata Agus, warga dengan pengelolala Pantai Mapak Indah menandatangani surat kesepakatan perdamaian di Polrestas Mataram. Warga  sepakat membuka akses jalan masuk pantai Mapak Indah, baik dari arah timur maupun sebelah barat.

Tak hanya itu, warga juga meminta pengusaha membongkar drainase yang dibuat Pemkot Mataram di lahan milik pemprov NTB. Pengelola kuliner atau kafe diminta taat pada aturan dengan hanya menjual makanan dan minuman halal.

Jam tutup kafe mengacu pada awik-awik yang telah disepakati bersama. Yakni pukul 08.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

Selain itu, pengelola kafe mencabut laporannya ke Polda NTB terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Kepala Lingkungan (Kaling) Mapak H Zohdi. “Ini semua sudah disepakati,” kata Agus.

Dia ingin warga dan pengusaha jalan beriringan memajukan kawasan Pantai Mapak. Karena bagaimanapun pengusaha juga harus menerima apa yang menjadi masukan masyarakat. Tidak serta merta menerapkan apa yang diinginkan tanpa komunikasi dengan warga. “Intinya komunikasi,” ujarnya.

Pengelola Lapak Kuliner Pantai Mapak Indah, H Mahendra Irawan membenarkan proses mediasi dengan warga di Polresta Mataram. Pada prinsipnya, kata dia, Pantai Mapak Indah bukan hanya sebagai tenpat wisata dengan membuat kafe. Melainkan juga sebagai tempat konservasi penyu. “Ini yang dilihat hanya pedagang saja,” ungkapnya.

Pedagang yang membuka lapak disebut kafe. Padahal kafe dibuat pengusaha sebagai tempat nongkrong. Bukan seperti di Senggigi sebagai diskotik. “Kafe di sini tempat orang ngopi,” kata Awan.

Dengan alasan inilah para pedagang diminta menjual makanan dan minuman halal. “Kami orang muslim tentu menjual makanan dan minuman halal,” tutur pria asal Karang Genteng, Pagutan ini.

Selain itu, kata Awan, yang dipersoalkan masalah saluran karena kerap banjir setelah ditutup. Tapi sejauh ini, ujar dia, tidak pernah banjir. “Tapi kita tetap jalankan apa yang menjadi kesepakatan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan jam buka tutup dari pukul 08.00 Wita sampai 18.00 Wita akan ditaati. “Padahal, orang ke pantai untuk melihat sunset. Namun awik-awik meminta agar seperti itu. Tetap kita taati,” ujar dia.(jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks