alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

TPA Kebon Kongok Bakal Ditutup, Mataram Butuh Solusi Permanen

MATARAM-Persoalan sampah belum ada solusi permanen. Memasuki musim hujan, persoalan sampah kembali muncul. Dimana, kendaraan operasional pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram harus mengantre membuang sampah di TPA Kebon Kongok.

Tak hanya itu, volume sampah pada musim hujan juga meningkat. Itu tidak lepas dari banyaknya sampah yang dibuang ke saluran dan sungai.

“Terlambatnya pengangkutan sampah karena jalan menuju TPA Kebon Kongok licin, jadi kendaraan operasional harus antre,” kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, belum lama ini.

Dia ingin kejadian itu tidak terulang. Ini menjadi tanggung jawab provinsi NTB karena TPA Kebon Kongok menjadi TPA Regional. Informasinya pada Januari 2022 mendatang TPA Kebon Kongok akan ditutup sementara karena akan ada perluasan. Kondisi ini tentu akan menjadi bumerang bagi Kota Mataram. Bisa saja Kota Mataram akan dikepung sampah. Karena produksi sampah di Kota Mataram mencapai 350 ton per hari. Bayangkan jika TPA Kebon Kongok tutup sementara kemana kendaraan DLH akan membuang sampah?

Baca Juga :  Usulan Bantuan BPUM Diperpanjang, UMKM Mataram Diminta Daftarkan Diri

“Kita lihat saja seperti apa skenarionya nanti,” ucap orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Dijelaskan, untuk mengatasi persoalan sampah pihaknya juga sudah mendesain pembangunan biodigester. Program yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah dinggarkan dan akan dieksekusi pada 2022 mendatang.

“Lahan sudah siap, operasional pengelolaan juga sudah kita anggarkan,” tutur Mohan.

Menurutnya, pembangunan biodigester kapasitasnya tidak terlalu besar, namun bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok. “Lahannya sudah kita siapkan di Ampenan,” tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, persoalan sampah belum bisa ditangani maksimal karena tidak dilakukan pemilahan dari hulu seperti di rumah tangga. “Harusnya sampah organik dan anorganik dipisah,” kata dia.

Baca Juga :  Jumat Cair, tapi 32 Pejabat Pemkot Mataram Tak Dapat THR

Menurutnya, TPA Kebong Kongok tidak selamanya akan menjadi gunung sampah. Jadi harus ada sistem yang dibangun untuk memanfaatkan sampah. Dikatakan, tempat pembuangan sampah anorganik dan organik harus dipisah. Tak hanya itu,  sampah bangunan, kaca, kayu harus punya pembuangan tersendiri. “Sampah plastik bisa didaur ulang,” ujar dia.

Begitu juga dengan kendaraan operasional harus diimbangi. Misalnya sebut dia, untuk kendaraan operasional sampah organik warnanya merah. Yang anorganik kuning, dan sampah pecahan kaca atau material bangunan hijau.

“Kalau kita di Kota Mataram tidak bisa menerapkan ini, terkendala lahan. Ini harus disiapkan matang pemprov,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sampah yang sudah dipisah dari hulu akan memudahkan untuk diolah. Mau menjadi energi atau yang lainnya. “Seperti sekarang ini sampah organik  diolah untuk budidaya magot,” tukasnya. (jay/r2)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/