alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Gerakan Mengawal Musim Tanam Diluncurkan

SELONG-Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018-Maret 2019 (GMMT OKMAR 2018/2019) diluncurkan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Jumat (8/2) lalu. Lotim dipilih karena telah memasuki masa tanam dan memiliki komoditi unggulan jagung di NTB.

”Lotim kota kesembilan penyelenggaraan gerakan ini secara nasional,” kata General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo pada media usai kegiatan.

Diterangkan, program lanjutan ini dilaksanakan di lahan seluas dua hektare di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. Lahan ini merupakan bagian dari kawasan pertanian seluas 4.398 hektare di Kecamatan Pringgabaya.

”GMMT OKMAR 2018/2019 diharapkan mampu memastikan jadwal proses tanam tidak meleset dan sesuai jadwal tanamnya,” terangnya.

Acara dihadiri Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Denpasar Suhardi Petrus. Hadir juga dari Pemerintah Daerah Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kepala Dinas Pertanian Lotim HM Abadi, dan lebih dari 500 petani.

Program ini sebagai upaya mengamankan keberhasilan hasil panen. Karena diproyeksikan masa panen jatuh di bulan Februari-Maret 2019. ”Kegiatan dilatarbelakangi musim hujan di Lotim,” jelasnya.

Dijelaskan, peran BNI dalam program ini agar petani mendapatkan akses pembiayaan murah, mudah, dan pendampingan selama musim tanam Oktober-Maret. Disamping itu, pada saat petani panen dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga.

”Hasil panen akan dibeli offtaker petani sektor tanaman pangan dari berbagai daerah sentra pangan di Indonesia,” jelasnya.

Bambang menambahkan program ini wujud kontribusi BNI mensejahterakan petani. Diantaranya penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor pertanian dan perkebunan.

”Ini upaya dalam meningkatkan produktivitas petani, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Kedepannya, BNI akan terus mendukung sukseskan pembangunan perekonomian Indonesia. Baik itu dalam menyalurkan pembiayaan bagi petani. Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera dan mandiri.

”Melalui gerakan ini diharapkan menjadi penopang program pemerintah,” tambahnya.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan BNI. Menurutnya, kegiatan ini membuat petani senyum ceria menyambut pengawalan musim tanam kali ini.

”Sangat cocok kegiatan dipusatkan di sini. Lotim merupakan salah satu sentra penghasil komoditas unggulan di Provinsi NTB,” tuturnya.

Staff Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan GMMT sebagai bentuk sinergi BUMN bersama Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah. Sinergi yang dibentuk dalam pendampingan budidaya pertanian. Seperti peningkatan hasil produksi dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Serta percepatan program berupa Corporate Social Responsibility (CSR).

Gerakan ini ditargetkan akan menyentuh 56 kawasan sentra pangan di Indonesia. Melibatkan 25 ribu petani se-Indonesia. ”Semoga sinergi ini membawa dampak positif ke pertanian,” katanya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) Normalisasi Saluran Irigasi. PKT menyediakan berbagai prasarana pendukung kawasan pertanian yang diikutsertakan dalam GMMT OKMAR 2018/2019 ini. Program PKT antara lain, perbaikan saluran irigasi sepanjang dua kilometer di Dusun Tinggir, Desa Pringgabaya Utara. PKT ini melibatkan 300 petani.

Kegiatan juga diselingi tanam massal komoditas jagung oleh 500 petani. Dilanjutkan dengan penyerahan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada petani. KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Hingga 31 Desember 2018, KUR yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 15,99 triliun. Menyentuh 147.691 penerima KUR di seluruh Indonesia. (nur/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks