alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Impor China Dihentikan, Harga Bawang Sembalun Meroket

MATARAM-Harga bawang putih masih tinggi Rp 60 ribu per kilogram. “Ini karena stok yang menipis di distributor,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Baiq Nelly Yuniarti, kemarin (10/2).

Tak hanya itu, wabah virus korona diindikasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stopnya proses distribusi. “Untuk saat ini, jalur impor bawang putih memang sedang distop,” tambahnya.

Ditutupnya jalur distribusi bawang putih secara tidak langsung membuat stok di pasaran menjadi berkurang. “Akibatnya, harganya naik di sejumlah pasar tradisional,” jawabnya.

Impor bawang putih merupakan wewenang pemerintah pusat. Menipisnya stok bawang putih impor harus dimanfaatkan petani lokal.

“Ini momen yang pas bagi petani lokal kita, sudah saatnya bawang putih lokal kita dilirik,” tutur dia.

Bawang putih lokal NTB lebih mahal dibandingkan impor. Hal ini dikarenakan biaya produksi petani NTB yang cukup tinggi.

“Kalau impor itu, biaya produksinya murah, jadi harga jualnya murah. Itu yang membuat kita kalah saing,” katanya.

Disdag NTB dan Dinas Pertanian NTB memprediksi, kebutuhan stok bawang putih lokal akan kembali menguat. “Kita akan panen raya pada Juni mendatang, in syaa Allah ketersediaannya cukup,” jawabnya.

Dari data Disdag NTB, stok bawang putih impor saat ini sekitar 11 ton. Sedangkan, bawang putih lokal hanya 2,6 ton. “Intinya stok kita cukup. Apalagi petani bawang putih sudah panen pada akhir 2019 lalu,” ujarnya pada Lombok Post.

Tingginya harga bapok ini membuat disdag mewanti-wanti pedagang bawang putih lokal. Untuk tidak menjual komoditasnya keluar daerah. Mengingat, ketersediaanya di dalam daerah tidaklah banyak.

“Mereka harus memenuhi kebutuhan di daerah dulu,” tutupnya.

Aminah, pedagang bawang putih di Pasar Mandalika, Kota Mataram mengaku harga bawang masih mahal..“Dari tengkulaknya sudah mahal, mau gak mau kita harus naikin harga juga biar untung,” katanya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks