alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Produksi Perikanan Melimpah, Kontribusi Minim

MATARAM-Provinsi NTB sangat beruntung. Potensi perikanan melimpah dan lengkap. ”NTB ini ibarat Indonesia mini,” kata Kepala Bidang Perikanan Budi Daya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Sasi Rustadi, kemarin (10/2).

                Bila daerah lain seperti Jawa Barat unggul di ikan bandeng, tapi di perikanan lain dia tidak punya. ”Kalau NTB ini lengkap, periknan laut, air payau hingga ikan air tawar, termasuk kekerangan,” ujarnya.

                Dia menyebutkan, produksi perikanan tiap tahun melimpah, bahkan 70 persen produksi perikanan dikirim ke luar daerah. ”Sebagian besar komoditas hasil laut diekspor,” katanya.

                Dia menyebut produksi perikanan budi daya tahun 2019 mencapai 1,1 juta ton lebih. ”Nilainya belum kami kalkulasikan, mungkin bisa mencapai Rp 1 triliun,” katanya.

Produksi paling tinggi adalah komoditas rumput laut 920.879,15 ton, kemudian udang 131.227,26 ton, ikan bandeng 26.732,16 ton, dan ikan nila 54.584,89 ton. ”Produksi tiap tahun meningkat, terutama udang vaname kita melimpah, sebagian besar kita ekspor,” katanya.

Dari produksi 131 ribu ton udang, 70 persen dikirim untuk diekspor. ”Sisanya untuk konsumsi dalam negeri,” jelasnya.

Dengan produksi perikanan yang melimpah, NTB jarang mendatangkan ikan impor. Sebab produksi perikanan budi daya selalu surplus. ”Kecuali ikan Salmon dari Amerika, itu pun tidak banyak,” jelasnya.

Dia menyebut, dari produksi 1,1 juta ton itu konsumsi dalam negeri tidak kurang dari 30 persen. ”Sisanya kita ekspor semua,” katanya.

Karena itu, pasokan kebutuhan perikanan tidak terganggu dengan penutupan ekspor-impor ke China. ”Kalau dampak mungkin ada kalau kondisi ini lama, ekspor berkurang,” ujarnya.

Hanya saja dia tidak khawatir, bila perdagangan dengan China terhambat, pelaku usaha bisa mencari pasar baru. ”Jepang, Amerika dan Eropa merupakan pasar potensial,” katanya.

Kepala DKP NTB H Lalu Hamdi memastikan, penutupan kerja sama ekpor impor dengan China belum terlalu berdampak bagi NTB. ”Sejauh ini tidak ada, produksi dan penjualan masih normal,” katanya.

Meski produksi melimpah, kontribusi perikanan bagi pertumbuhan ekonomi di 2019 belum signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, kontribusi bidang pertanian, termasuk di dalamnya perikanan hanya 1,51 persen. Masih jauh dari target.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah menjelaskan, minimnya kontribusi pertanian bagi pertumbuhan ekonomi disebabkan produksi pertanian terganggu akibat kemarau panjang. Bukan karena produksi perikanan. ”Kemarau panjang membuat produksi menurun,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks