alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Aroma “Rupiah” Kian Kuat Dalam Penetapan LP2B Kota Mataram

MATARAM-Dasar Grup menduga ada kesengajaan yang dilakukan Pemkot Mataram membidik lahan mereka dijadikan LP2B. Kesengajaan itu terlihat dari perubahan peta LP2B sebelum dan setelah direvisi.

Salah satu Direktur Dasar Grup Zulkarnaen merasa curiga ada lahan yang cukup luas di kawasan Sandubaya yang diubah peruntukannya oleh Pemkot Mataram. Dari mulanya kawasan itu masuk LP2B berubah kuning. “Lahan ini sangat luas lalu seolah dikompensasi ke lahan kami yang tidak seberapa,” tunjuk Zul.

Wajar jika akhirnya pimpinannya H Ahmad Rusni meradang. Apalagi di kawasan itu perubahan signifikan di lahan milik peruisahaannya. Sementara di tempat lain lahan milik lain hampir bebas dari perubahan peruntukan. “Di timur dan barat ini ada dua pengembang, tidak ada yang kena,” terangnya.

Hal inilah lantas memantik curiga. Ada kesengajaan yang dilakukan Pemkot Mataram menarget lahan milik Dasar Grup. Karenanya upaya hukum tetap akan dilakukan pihaknya. Salah satunya dengan menempuh jalur PTUN. “Seharusnya kita kan diundang sebelum penetapan LP2B. Minimal melalui asosiasi untuk bahas ini, tapi kan tidak ada,” cetusnya.

Zul mengatakan aroma ‘rupiah’ di balik penetapan LP2B bukan tanpa alasan. Pihaknya punya rekaman yang isinya, ada oknum perangkat pemerintahan yang meminta bayaran. Jika ingin lahan milik Dasar Grup mulus dibangun. “Ada kami masih simpan rekamannya,” bebernya.

Sementara itu, Mantan Wakil Ketua Pansus RTRW Kota Mataram I Gede Wiska mendukung langkah Rusni. Jika memang mencium ada dugaan politik uang di balik penetapan LP2B Kota Mataram. “Kalau punya bukti-buktinya kita dukung, nanti kami ikut telusuri,” janji Wiska.

Secara teknis, LP2B ditetapkan wilayah-wilayahnya oleh Pemkot Mataram. Sementara dewan hanya memberikan garis-garis besar kawasan mana saja yang bisa dibuat jadi LP2B.

Perlu diingat lanjut Wiska, ada kawasan yang tidak boleh diutak-atik peruntukannya. Yakni kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kawasan ini juga tidak boleh diubah jadi LP2B aplagi kawasan permukiman. “Kecuali pada kasus PLTGU Lombok Peaker itu karena dapat masuk dalam proyek strategis nasional makanya dibolehkan,” terangnya.

Sekarang menurutnya tinggal ditelusuri. Apakah kawasan yang berubah jadi permukiman cukup luas di Sandubaya itu, ada RTH yang diubah jadi pemukiman atau tidak. Jika ada maka pemkot menurutnya telah menyalahi aturan itu. “Istilah LP2B kan baru muncul sekarang kalau dulu namanya kawasan pertanian di perda sebelumnya tidak istilah LP2B,” jelasnya.

Dengan kata lain, hanya kawasan pertanian yang sebelumnya berupa kawasan pertanian saja yang boleh diubah jadi permukiman. Sementara yang sebelumnya RTH dalam perda sebelum revisi, tidak boleh diubah jadi kawasan perumahan.

“Kalau terkait kenapa tidak diundang, saya rasa memang tidak ada kewajiban pemerintah mengundang pemilik lahan,” ujarnya.

Sebab jika diundang, tentu semua pemilik lahan akan menolak. Memberikan tanahnya untuk diubah jadi LP2B. Karenanya secara teknis kewenangan tetap menjadi milik Pemerintah. Dalam menentukan kawasan mana saja yang layak jadi LP2B.

“Kalau mau mengadu ke kami, tentu kami sangat terbuka. Tapi sampai saat ini kami belum ada terima kabar (Rusni datang ke dewan),” tandasnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks