alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

BPJN: Gerbang Tembolaq Butuh Pagar

MATARAM-Gerbang Tembolaq menyedot kehadiran banyak warga. Tidak sekadar menyaksikan keindahannya. Tapi juga aktivitas ekonomi di sana. Namun sisi lainnya risiko aspek keselamatan meningkat. Mengingat itu jalur bebas hambatan.

Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram meminta Pemkot Mataram memasang pagar. Agar para pengujung tidak senaknya melintas dan berfoto di tempat itu. “Ya pasangi pagar,” kata Menge, Kasubag TU BPJN IX Mataram.

Risiko keselamatan meningkat drastis dengan aktivitas warga di sekitar gerbang. Padahal banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. “Di sana tidak boleh ada hambatan-hambatan,” tegasnya.

Gerbang tembolaq menyedot banyak pengunjung di luar perkiraan. Mulanya gerbang dianggap sebagai simbol tapal batas kota saja. Sehingga pertimbangan tempat yang aman bagi para pengunjung dan pedagang luput dari perhatian.

Tapi kini hadirnya para PKL dan pengunjung yang memadati gerbang kota, mau tidak mau harus disiapkan tempat yang aman. Sehingga jalur cepat di gerbang itu tidak lagi terganggu oleh hilir mudiknya para pengunjung yang ingin berfoto di tengah jalan. “Mungkin bisa dibuatkan tempat khusus untuk warga berfoto di pinggir,” sarannya.

Apalagi gerbang tembolaq diakui sebagai landmark baru di pulau Lombok. Ini seharusnya mendorong penataan lebih baik di kawasan itu. Dengan rencana pembuatan green belt dan Tugu Mataram Metro (TMM) yang merupakan satu kesatuan utuh landmark itu sendiri.

“Harus ada pertimbangan untuk membuat jalur lambat di green belt yang tidak boleh diganggu juga oleh parkir-parkir nanti,” pesannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman pun terbuka dengan masukan itu. Ia akan mengkaji kemungkinan membuat pagar. Agar jalur cepat di sana tidak terganggu dengan aktivitas warga di sana. “Pagar? Ya akan kita pertimbangkan nanti,” kata Miftah.

Ia juga mengakui jalur bypass seharunya tidak boleh ada gangguan. Mengingingat itu kawasan bebas hambatan. Tetapi kehadiran gerbang tembolaq yang berhasil menyedot banyak kunjungan dan aktivitas ekonomi juga harus disyukuri. Sehingga pemerintah perlu mengakomodir keberadaan mereka dengan membuat tempat yang aman dan tak menganggu lalu lintas di sana. “Itu yang kita rencanakan akan dibangun nanti di Green Belt-nya,” tandas Miftah.

Kendati demikian pembangunan green belt masih sebatas wacana. Sebab, hingga kini belum ada kabar pembebasan lahan. Sejauh ini Dinas PUPR Kota Mataram belum mengusulkan untuk pembebasan lahan di sekitar gerbang Tembolak di APBD 2019. Namun, kata Miftah, pembebasan lahan akan dipersiapkan dari APBD Perubahan. “Kalau nanti ada anggaran di APBD murni bisa saja lahan akan dibebaskan langsung,” sebutnya.

Sementara itu Kepala BKD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengatakan, untuk pembebasan lahan green belt di gerbang Tembolaq belum masuk usulan APBD. Jadi, kemungkinan akan diusulkan pada APBD Perubahan. “Belum ada usulan pembebasan lahan green belt pada APBD murni 2019,” tutup Syakirin. (zad/jay/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks