alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Izin di Jempong Baru, Towernya di Jempong Barat

MATARAM-Pembangunan tower di Lingkungan Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram  akan diadukan ke pemerintah pusat. Karena diduga pembangunannya maladminsitrasi.

Warga lingkungan Jempong Barat yang berdekatan keberatan dengan adanya perpanjangan kontrak. Tower itu sudah berdiri selama 17 tahun dan berakhir masa kontraknya pada 20 Juni 2018. Kini, pihak provider memperpanjang kembali kontrak sewa lahan selama 10 tahun hingga tahun 2028.

Salah seorang warga Lingkungan Jempong Barat Hapid mengatakan,  awal berdiri tower ini tahun 2002. Pembangunan tower diduga ada praktik maladministrasi.

Mendengar hal tersebut pihak kecamatan Sekarbela mengadakan mediasi. Tujuannya, mencari solusi dan jalan terbaik dalam permasalahan ini. Pertemuan dilakukan beberapa hari lalu diinisiasi pihak kecamatan. Hadir dalam kegiatan tersebut kepala dinas kominfo, kabid perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Mataram, dinas perdagangan, Satpol PP, lurah Jempong Baru, kepala lingkungan Jempong Barat. Dan tak kalah pentingnya hadir dalam kegiatan tersebut pihak provider serta warga yang keberatan dengan adanya perpanjangan kontrak ini.

Dalam mediasi tersebut kata Hapid, belum ditemukan solusi. Dia menduga perizinannya terdapat kesalahan fatal. Karena Dinas PMPTSP Kota Mataram tidak mengecek terlebih dahulu kondisi di lapangan.

Mestinya kata dia, Dinas PMPTSP  memverifikasi data dokumen apakah benar tower ini jelas dan benar prosedur kelengkapan dokumen serta sesuai titik lokasi atau alamat yang sebenarnya.Tower ini diterbitkan IMB dengan data fiktif bukan sesuai keadaan yang sebenarnya. Dibangunnya di lingkungan Jempong Barat, namun izinnya yang memberikan rekomendasi dan menghadiri sosialisasi Lingkungan Citra Warga, Kelurahan Jempong Baru.

“Ini sangat aneh, ditambah lagi rekomendasi dan KTP yang tanda tangan dan dilampirkan ke dalam dokumen tersebut menggunakan data dokumen yang bukan lokasi sebenarnya. Banyak kejanggalan dan keanehan. Masak pemerintah tidak teliti dalam memverifikasi dokumen. Jangan sampai ini hanya sebagai formalitas,” urai Hapid, kemarin (10/3).

Lebih anehnya lagi izin ini dilakukan baru 2016. Sedangkan tower itu berdiri dari mulai 2002. “Kenapa tidak pada saat dikeluarkan perda saat itu di tahun 2011 atau 2012. Kenapa ini pada 2016 saat selang dua tahun kontrak lahan habis pada 20 Juni 2018,” sebutnya.

Hapid melihat semua ini aneh dan tidak masuk akal. Ia menduga ada permainan dibalik terbitnya IMB dan izin lokasi. Ia sangat kecewa kepada pemkot yang terkesan lambat dan cuek dalam menangani permasalahan ini. Sehingga ia melaporkan kasus ini ke pihak Ombudsman NTB. Ia menuntut hukum ditegakkan yang terlibat dalam memberikan rekomendasi  dan mengeluarkan izin harus turut bertanggungjawab hingga masalah ini tuntas.

Kini di bawah tower ini sudah banyak permukiman penduduk. Risiko besar timbul ketika tower itu dari awal menggunakan data dokumen yang tidak sebenarnya ini harus diproses hukum. “Kalau ini tak diindahkan kami akan melakukan tindakan kasar,” ancamnya.

Warga lainnya Haris telah menyerahkan kasus ini kepada Polda NTB  yang ditembuskan ke Kapolri, KPK, Ombudsman NTB, dan Ombudsman RI. Bahkan sudah  bersurat resmi kepada Presiden Republik Indonesia agar kasus ini dapat terselesaikan. “Kami tetap menuntut agar tower itu dicabut izinnya karena cacat hukum. Tidak sesuai dengan  lokasi keberadaan yang sebenarnya,” sebutnya.

“Apa gunanya Perda 7 Tahun 2011 tentang tata cara pendirian, pengawasan, pengendalian, dan penyelenggaran menara komunikasi,” sambungnya.

Ia akan tetap memproses ini agar yang bermain dalam praktik maladministrasi bisa diproses secara hukum. Ia akan melibatkan Ombudsman NTB, Polda NTB, KPK  dan kejaksaan turun dan usut masalah ini hingga akar-akarnya. “Intinya kami sebagai warga minta tower ini tidak diperpanjang lagi dan dicabut izinnya,” sebutnya

Sementara itu Camat Sekarebala Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, permasalahan tower ini sudah dilakukan mediasi dengan pihak Indosat dan SKPD terkait. Namun hingga kini belum ada solusi seperti apa hasilnya.

Dulu kata dia, saat pembuatan tower belum ada permukiman seperti itu. Sehingga ia tidak tahu akan menjadi masalah seperti sekarang ini. “Sekarang warga harus menyelesaikan ini dengan pihak provider,” tutupnya. (jay/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks