alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Jangzulmi Mendekatkan Warga dengan Pemimpinnya

Program Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi (Jangzulmi) Jumat, pekan lalu, menyapa Tana Pariri Lema Bariri, Sumbawa Barat. Program Jangzulmi yang merupakan implementasi visi NTB Bersih dan Melayani itu, dihadiri langsung Gubernur H Zulkieflimansyah. Masyarakat Sumbawa Barat pun bersuka cita, bisa langsung menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi kepada pemimpin yang dicintainya.

———————————————

JANGZULMI, digelar di halaman Kantor Bupati Sumbawa Barat di Kemuter Telu Center, Taliwang. Semenjak pagi, masyarakat menyemut di sana. Terlihat betapa mereka begitu antusias.

Gubernur H Zulkieflimansyah, mengawali Jangzulmi dengan senam pagi. Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin mendampingi. Termasuk sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi, dan seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab KSB.

Gubernur, Bupati, dan para kepala OPD membaur bersama masyarakat yang hadir. Termasuk aparatur sipil negara, yang hari itu tetap berdinas seperti hari biasa.

            Dalam sambutannya, Gubernur Zulkieflimansyah mengemukakan bahwa dialog Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini, berawal dari usul masyarakat. Dikarenakan sistem pemilu langsung yang menyebabkan adanya revolusi peningkatan harapan masyarakat, yang ingin permasalahan-permasalahannya bisa didengar langsung oleh pemimpin pilihannya.

            Karena itulah, program Jangzulmi lahir. Dihajatkan menjadi ruang komunikasi publik yang terbuka. Untuk siapa? Untuk seluruh masyarakat di NTB.

Kegiatan ini pun dihajatkan pula menjadi ajang mensosialisasikan program NTB Gemilang. Juga untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat Bumi Gora.

            Maka, orang nomor satu di NTB ini pun berharap, dengan adanya kegiatan ini di KSB, harapan akan frekuensi kedekatan pemimpin dengan masyarakat bisa ditingkatkan. Dengan mekanisme dan sistem yang lebih baik tentu saja.

“Kalau masyarakat punya masalah bisa selesai di sini, kenapa harus di kantor,” ujar Bang Zul, begitu Gubernur beken disapa.

Alumnus Harvard University ini berharap, dengan program ini, masyarakat di NTB bisa lebih dekat dengan kepala daerahnya. Juga bisa lebih dekat dengan pimpinan-pimpinan organisasi perangkat daerah yang ada.

Di hadapan masyarakat yang hadir, Gubernur menambahkan harapan akan kedekatan dengan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah. Namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun di tingkat pusat.

“Pemimpin harus konsisten mengunjungi masyakat, baik pada saat proses pemilihan, dan tetap mengunjungi masyarakat meski telah terpilih,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengungkapkan kekagumannya dengan potensi KSB. Ia mengatakan, tidak ada kabupaten lain di NTB yang prospek ekonominya seperti KSB. Dengan investasi yang besar di kabupaten tersebut.

Dijelaskan Bang Zul, tugas pemerintah menghadapi investasi besar, meng-upgrade SDM masyarakat. Sehingga menjadi tuan di rumahnya sendiri.

“Jangan sampai investasi banyak tapi berada di luar pagar,” tandasnya.

            Ke depan, masyarakat dan Pemkab KSB harus duduk bersama. Membahas terkait kemajuan-kemajuan pembangunan yang telah dan akan dilakukan di KSB. Tujuannya, agar masyarakat dapat menikmati bersama- sama kemajuan yang ada.

Untuk itu, ia mengingatkan Pemkab, masyarakat dan investor, harus punya mental win-win (menang-menang). Agar mendatangkan kemanfatan bersama, antara perintah, investor dan masyarakat.

“Itulah sebabnya kenapa pemerintah melakukan pengiriman mahasiswa ke luar negeri. Tujuan untuk meningkatkan sumberdaya anak-anak muda NTB,” kata Gubernur. Sehingga, generasi muda NTB akan menjadi anak-anak andal, banhkan menjadi investor besar di masa akan datang.

            Sebelumya, Bupati KSB HW Musyafirin dalam sambutan pengantarnya mengatakan, kegiatan Jangzulmi adalah kesempatan terbaik bagi masyarajat untuk menyampaikan uneg-uneg. Terutama apabila ada perlakuan yang masih kurang adil dari pemkab. “Laporkan saja kepada beliau. Gak apa,” kata Bupati.

Bupati Musyafirin mengatakan, apapun masalahnya, jika dikerjakan bersama, akan terasa ringan. Terutama masalah penanganan rehab pascagempa yang dapat diselesaikan dengan baik di KSB.

            Kepada Gubernur, Bupati melaporkan, saat ini KSB salah satu daerah di Indonesia yang berstatus bebas buang air besar sembarangan. Dalam kesempatan tersebut pula, bupati berharap sinergi antar Provinsi dan kabupaten Sumbawa Barat terus ditingkatkan. Baik dalam pembangunan- pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi.

            “Kebersamaan itu sebagai dorongan semangat dan tekat bersama menuju NTB Gemilang di masa akan datang,” ujarnya.

            Dalam sesi dialog, masyarakat KSB sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung Gubernur. Dengan penuh harapan, aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respon cepat dari pemerintah.

            Sebagian pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan masyarakat dijawap langsung oleh Gubernur dan kepala OPD terkait. Mulai dari masalah infrastruktur, irigasi, masalah tambang, masalah rencana pembangunan smelter oleh Amman Mineral di KSB, dan masalah ketenagakerjaan dan pengiriman siswa ke luar negeri.

            Dari semua permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, sebagian ada yang dalam tahap perencanaan untuk dikerjakan.

Tinjau Embung Elang Emas

Dari arena Jangzulmi, Gubernur H Zukieflimansyah kemudian mengunjungi Embung Elang Emas di Kecamatan Jereweh. Mengunjungi embung tersebut, Gubernur harus menggunakan sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi embung.

Kondisi medan memang berat. Apalagi, sebelumnya hujan mengguyur. Sehingga tidak memungkinkan kendaraan roda empat untuk menjangkau lokasi embung tersebut.

Tujuan gubernur meninjau embung tersebut, untuk memastikan kondisi embung dari dekat. Telah sampai laporan ke Gubernur, bagaimana embung yang menjadi sumber air bagi lahan-lahan pertanian di Jereweh tersebut mengalami pendangkalan, akibat sedimentasi yang cukup tinggi.

            Dari hasil pemantauan tersebut, langsung di tempat, Gubernur kemudian memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB untuk segera melakukan pengerukan Embung Elang Desa. Pendangkalan memang begitu parah. Padahal, embung tersebut menjadi sumber air bagi masyarakat di empat desa dan mengairi lahan pertanian seluas 860 hektare.

            Karena pendangkalan, debit air kini menurun. Menyebabkan produksi pertanian ikut menurun, hingga gagal panen di beberapa tempat.

Usai kunjungan gubernur tersebut, masyarakat Kecamatan Jereweh berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan jaringan irigasi yang juga dipenuhi sedimen sepanjang 1,5 km.

Mereka juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan inspeksi, lajur kiri dan kanan embung sepanjang 7 km. Menangani rongga embung yang tertutup sedimentasi. Dan juga permintaan mesin pompa air, oleh petani yang memiliki lahan di bagian atas embung, sehingga bisa ikut mendapatkan air untuk lahan pertanian mereka.

            Sementara itu, sebelum meninjau embung tersebut, Gubernur berkesempatan bersilaturrahim dengan masyarakat Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Silaturahmi digelar di Masjid Jami Al-Ikhlas di kelurahan setempat.

Dalam silaturahmi tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa, lengkapnya fasilitas sebuah bangunan tempat ibadah bukan menjadi jaminan untuk hidup bahagia. Kadang dengan fasilitas apa adanya, seseorang bisa hidup bahagia, aman dan nyaman.

            “Masjid yang bagus adalah masjid yang bisa bikin orang betah di dalamnya,” jelasnya.

            Karena itu, yang terpenting, ketika membangun fasilitas ibadah superti masjid, kata Gubernur, adalah kenyamanan saat melaksanakan ibadah.

KSB yang Berbeda

Dari Embung Elang Emas, Gubernur Zulkieflimansyah kemudian melaksanakan Salat Jumat di Masjid Besar Nurul Ikhsan, Jereweh. Usai Salat Jumat, Gubernur yang didampingi Bupati KSB HW Musyafirin, berdialog dengan para jamaah yang ada di masjid.

Kepada para jamaah, Gubernur mengungkapkan keyakinannya terhadap kemajuan KSB. Apalagi, potensi ekonomi di KSB sangat besar.

“Lima tahun lagi,  kita akan melihat KSB yang beda dengan saat ini. Tentunya akan mengalami kemajuan, ” jelas Gubernur di hadapan ratusan jamaah.

Kemajuan KSB itu lanjut Bang Zul, tentu harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sehingga, ketika kemajuan itu datang, maka bisa langsung terlibat dan tidak menjadi penonton.

“Sekarang kita sudah membuka pendaftaran untuk beasiswa ke luar negeri,” katanya.

Gubernur berharap, kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda KSB. Sebab, hal itu akan mendukung peningkatan kapasitas SDM saat menghadapi kemajuan-kemajuan di KSB dan di NTB ke depannya.

            Selain itu, Gebernur menitip pesan kepada masyarakat Jereweh untuk menghadapi Pemilu 17 April 2019 mendatang dengan penuh kegembiraan.

            “Jangan sampai beda pilihan, beda partai menyebabkan suami istri bercerai,” ungkapnya.

            Pemilu yang akan datang ini, kata Gubernur harus disambut layaknya sebuah pesta. Yang namanya pesta, jelas Gubernur, harus dilaksanakan dengan penuh suka cita. Satu sama lain saling merangkul dan tidak menebar kebencian. Sehingga, pesta demokrasi tersebut benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak lupa juga, Gubernur menyampaikan kegembiraannya bertemu dan bersilaturrahim dengan masyarakat Jereweh.

“Sekarang saya bisa hadir bersama pimpinan-pimpinan OPD, semoga banyak hal yang bisa diselesaikan,” katanya.

Sapa Umat Hindu Poto Tano

Usai melakukan Salat Jumat, dari Jereweh, Gubernur kemudian bertolak ke Poto Tano. Di daerah yang menjadi pintu gerbang Sumbawa Barat dari arah Pulau Lombk ini, Gubernur  yang didampingi Bupati Sumbawa Barat, dan sejumlah kepala OPD Provinsi NTB, menyempatkan diri menyapa umat Hindu di Kecamatan Poto Tano, tepatnya di Desa Kokarlian. Ini adalah kunjugan bersejarah. Sebab, baru pertama kali ada Gubernur yang berkunjung ke desa tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di NTB ini disambut meriah dan penuh kehangatan. Bahkan, tarian khas tradisi umat Hindu, Panjibrahme, menyambut kehadiran gubernur dan rombongan.

            Kepada Umat Hindu di Poto Tano, Gubernur pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu menegaskan, bahwa NTB ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki perasaan sama. Yaitu perasaan cinta dan kasih sayang, tanpa melihat warna kulit, warna rambut, suku, agama dan adat istiadat.

“Untuk hidup tenang, perlu mensyaratkan cinta pada sesama,” ungkap Gubernur.

            Gubernur menjelaskan, kita boleh punya keyakinan yang berbeda, punya agama dan suku yang berbeda. Namun rasa cinta itu menjadi modal sosial untuk menghilangkan politik identitas. Sehingga, NTB ini benar-benar nyaman untuk semua masyarakat. Serta menghilangkan perselisihan akibat hal-hal yang tidak penting.

            Sebagai bentuk kecintaannya kepada masyarakat Hindu, Gubernur kemudian menawarkan beasiswa Kuliah di UTS hingga selesai.

            “Kalau ada 50 orang anak-anak Hindu yang ingin Kuliah di UTS, saya kasih beasiswa kuliah hingga selesai,” ungkapnya disambut tepuk tangan senang umat Hindu yang hadir.

            Di tempat yang sama, Pergurus Adat Umat Hindu Kokarlian I Wayan Murta menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Gubernur NTB di desanya. Ia mengaku bangga dengan rasa mengayomi Gubernur kepada semua masyarakat NTB tanpa mengenal suku dan agama.

            “Sangat berterima kasih. Karena hari ini adalah hari bersejarah bagi kami. Ini pertama kali orang nomor satu di NTB ini bisa hadir di Desa kami,” ungkapnya.

Selama ini katanya, umat Hindu desa tersebut sangat puas dengan bantuan pemerintah, terutama membantu pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa tahun lalu.

            Ia juga melaporkan bahwa umat Hindu di Desa Kokarlian berjumlah sekitar 300 KK. Mereka ini katanya hidup berdampingan dan damai dengan umat lain.

“Kami diperlakukan sama,” kata Wayan Murta. (kus/ADV)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks