alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Lebih Intensif

MATARAM-Berstatus sebagai geopark dunia, Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark akan mendatangkan banyak manfaat bagi NTB. Selain dipromosikan secara gratis ke seluruh dunia, upaya pelestarian kekayaan geologi akan lebih intensif.

Tidak kalah pentingnya, status geopark dunia bisa mendatangkan keuntungan ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB H Ridwan Syah, dalam acara Inspiratif Expo yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, di Jalan Udayana, kemarin (10/3).

Ridwan mengakui, setelah ditetapkan sebagai geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG) tahun 2018, masih banyak yang mempertanyakaan manfaatnya bagi NTB. Ia menjelaskan, manfaat yang didapatkan sangat banyak, namun tidak dirasakan secara langsung masyarakat.

Seperti promosi internasional. Setelah berstatus UGG, Rinjani-Lombok akan dipromosikan secara gratis ke seluruh dunia. Tidak hanya Gunung Rinjani, tetapi seluruh wilayah Pulau Lombok akan dipromosikan lembaga dunia seperti UNESCO. Dampaknya tentu akan berbeda dengan promosi yang dilakukan pemerintah sendiri. Sebab mereka punya jaringan di seluruh belahan dunia.

UNESCO juga menjadi rujukan para ahli geologi, turis, dan pencinta wisata khusus. Para pendaki gunung dari seluruh dunia akan mengetahui tentang Rinjani-Lombok. ”Semua geopark UNESCO rata-rata kunjungannya meningkat signifikan,” katanya.

Keutungan lainnya adalah konservasi atau pelestarian yang lebih intensif. Setalah berstatus geopark dunia, program konservasi kekayaan alam Rinjani-Lombok akan terus dilakukan. Tidak hanya oleh Indonesia, tetapi juga UNESCO. Sebab Rinjani sudah menjadi milik masyarakat dunia.

Upaya–upaya konservasi kekayaan geologi wajib dilakukan. Bila tidak dilakukan, status geopark dunia bisa dicabut kembali. UNESCO akan melakukan evaluasi terhadap seluruh geopark di dunia, termasuk Rinjani-Lombok.

Tidak hanya pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian yang sangat penting. Warisan budaya dan pelibatan masyarakat berkontribusi besar dalam penilaian UNESCO. Sebab jangan sampai pelestarian alam mengabaikan aspek manusianya. ”Pelestarian budaya, masyarakat, dan geologi menjadi bagian tidak terpisahkan dalam geopark,” kata Ridwan.

Ridwan menyebut, manfaat langsung yang dirasakan masyarakat NTB dalam waktu dekat adalah dengan digelarnya Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019, Agustus-September mendatang.

Dalam pertemuan itu, ribuan delegasi dari berbagai negara akan berkumpul di Lombok. UNESCO juga akan bersidang di Lombok untuk menentukan anggota geopark UNESCO baru. ”Rinjani-Lombok akan menjadi sorotan dunia,” katanya.

Persiapan penyelenggaraan APGN 2019 sudah dimulai. Tapi saat ini baru persiapan kepanitiaan untuk pendaftaran peserta dari seluruh dunia. Ketua Panitia Simposium APGN adalah Sekda NTB H Rosiady Sayuti, dengan tiga wakil ketua panitia yakni General Manajer Geopark Rinjani Chairul Mahsul, Kadis Pariwisata H Lalu Mohammad Faozal, dan Kepala Bappeda NTB H Ridwan Syah.

Selain pendaftaran, Pemprov juga menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan. Seperti penataan Air Terjun Benang Kelambu di Desa Aik Berik. Pemkab Lombok Tengah diharapkan ikut menata jalur-jalur, papan informasi dan papan petunjuk.

Juga akan dibangun museum geopark di Cemara Siu, Sembalun. Proyek pengadaan isi museum geopark Rinjani-Lombok langsung dari pusat senila Rp 3 miliar. Pemprov menyiapkan gedungnya, sementara isi museum dari pusat.

Pemprov sendiri sudah mengalokasikan dana Rp 12 miliar untuk menyukseskan acara tersebut. Dana tersebar di beberapa dinas, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Bappeda NTB.

General Manajer Geopark Rinjani Chairul Mahsul menjelaskan, Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark kaya dengan situs geologi, situs biologi, dan situs budaya.

Terdapat 22 situs geologi, yakni Kaldera Samalas, Gunung Api Rinjani, Gunung Api Baru Jari, Dana Segara Anak, Aiq Kalak, Gua Susu, Gua Payung, Charcoal Gunung Samalas, Lembah Sembalun, Mata Air Panas Sebau, Panati Vulkanik, Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno), Air Terjun Gangga, Air Terjun Kayangan, Air Terjun Bayan, Air Terjun Kerandangan dan Senggigi, Air Terjun Aik Berik, Air Terjun Joben, Air Terjun Jerik Manis, Air Terjun Semporonan-Timbanuh, Mata Air Narmada, dan Mata Air Lemor.

Kemudian delapan situs biologi yakni kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Rinjani Barat, KPH Rinjani Timur, Kebun Raya Lombok, Tahura Nuraksa Sesaot, Taman Wisata Alam Suranadi, Taman Wisata Alam Kerandangan, dan kawasan konservasi perairan nasional Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Serta 17 situs budaya yakni Pura Meru, Taman Lingsar, Desa Adat Bayan, Taman Suranadi, Taman Narmada, Makam Batulayar, Pura Batu Bolong, Masjid Lokaq Sesait, Desa Adat Segenter, Masjid Beleq Bayan, Desa Adat Senaru, Desa Adat Sembalun, Danau Segara Anak, Lembah Sembalun, Masjid Kota Raja, dan Makam Selaparang.

Untuk menjaga Rinjani-Lombok UGG diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan semua pihak terkait. Khususnya dukungan pendanaan. Diperlukan konsistensi kebijakan untuk menjaga kelestariannya, penegakkan hukum bagi yang merusak. Serta butuh koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor. ”Dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Kepala Dinskominfotik NTB Tri Budiprayitno menjelaskan, selain sosialisasi UGG, Insipartif Expo juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang sasak dari Sekolah Pedalangan Wayang Sasak dan permainan tradisional yang menjadi bagian dari Rinjani-Lombok UGG. Juga ada pentas musik perkusi, dan sosialisasi Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia NTB. (ili/r5/ADV)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks