alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Rimba Reklame di Simpang Empat Karang Jangkong

MATARAM-Simpang empat Karang Jangkong dipenuhi papan reklame. Menimbulkan kesan semrawut di tengah kota. ”Ada rencana untuk kita rapikan reklame di sana,” kata Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Dekorasi Kota Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram Kurnia Muliadi, Selasa (10/3).

Di satu lokasi tersebut, ada sekitar 10 papan reklame. Berada di sebelah utara dan selatan jalan. Tepat di samping SDN 2 Cakranegara, berdiri dua papan reklame berukuran besar. Sebelumnya di lokasi yang sama ada satu reklame, namun sudah dipotong Dinas Perkim awal Maret kemarin.

Sementara di sisi selatan, berdiri sekitar delapan reklame yang juga berukuran besar. Menjulang tinggi.

Kata Kurnia, penataan reklame di lokasi tersebut memang diperlukan. Tapi tidak semua papan reklame yang akan dirapikan. Rencananya, ada satu papan reklame yang akan digeser ke arah belakang. Yang berada di samping SDN 2 Cakranegara.

Kebijakan ini tentu melibatkan pemilik reklame. Perkim nantinya akan melakukan komunikasi dengan pengusaha. Agar papan reklame miliknya mau digeser.

Setelah digeser, di sisi barat SDN 2 Cakranegara Perkim akan mempercantik lokasi tersebut dengan mempercantik taman yang sudah ada. ”Di sana nanti bisa jadi tempat duduk juga untuk orang tua yang mau jemput anaknya,” tuturnya.

Sepanjang 2020 ini, Perkim getol melakukan penertiban papan reklame. Untuk papan reklame yang tidak berizin, ditambah menunggak pajak, sudah dilakukan pemotongan. Hingga Februari kemarin, ada lebih dari 30 papan reklame yang dipotong.

Kadis Perkim Kota Mataram H Kemal Islam mengatakan, Pemotongan itu di luar permintaan Badan Keuangan Daerah (BKD). ”Itu yang tidak memiliki izin. Tugas Perkim ya penertiban dan penataan,” kata Kemal.

Penertiban juga dilakukan terhadap papan reklame yang berizin. Hanya saja untuk reklame yang berdiri di atas trotoar. Pengusaha pemilik reklame diminta memindahkan papan reklame mereka di luar trotoar.

Kemal menyebut langkah tersebut untuk mendukung keberadaan Satgas Trotoar yang telah terbentuk. Juga mengembalikan hak pejalan kaki dalam menggunakan trotoar. ”Supaya masyarakat nyaman berjalan di trotoar,” tuturnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks