alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Jumlah Pengangguran 14 Ribu, Mataram Cuma Dijatah 1.650 Kartu Prakerja

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram mendapat jatah 1.650 kartu prakerja untuk membantu perekonomian warga terdampak virus Korona. Jumlah ini sangat kecil jika dilihat dari jumlah pengangguran di Kota Mataram yang mencapai 14 ribu lebih.

“Ya, sedikit. Tapi mau bagaimana lagi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram Hariadi, kemarin.

Jumlah ini semakin terlihat kecil dengan adanya 710 karyawan Hotel yang dirumahkan akibat merebaknya virus Korona. “Itu hanya hotel. Belum sektor lain,” singkat Hariadi.

Diungkapkan, warga yang mendapat kartu prakerja bukan hanya  karyawan yang dirumahkan atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Melainkan juga warga yang akan mencari kerja. “Mudah-mudahan ada tambahan (kartu prakerja) lagi,” harap mantan Camat Mataram ini.

Untuk setiap warga yang mendapat kartu prakerja, akan menerima uang Rp 600 ribu per bulan selama berlangsungnya virus Korona. Disamping itu, para warga akan mendapat pelatihan sesuai bidangnya masing-masing. Misalnya kata Hariadi, tukang las akan mendapat pelatihan pengelasan.

Ia sudah meminta lurah untuk mendata warga yang akan menerima kartu prakerja. Data ini harus sesuai kriteria. Jangan sampai salah sasaran. “Hari ini (Jumat, Red), datanya akan kita kirim ke Pemprov NTB,” ucapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Mataram Abdul Malik meminta Disnaker teliti dalam menyeleksi data penerima. “Kartu prakerja ini harus tepat sararan. Jangan sampai ada yang dobel menerima bantuan,” ujar politisi Golkar ini.

Ia berharap, kartu prakerja ini juga diberikan kepada karyawan yang dirumahkan. “Jangan sampai satu orang dapat tiga bantuan dari sumber berbeda. Misalnya, penerima bantuan keluarga harapan (PKH) atau bansos, kembali menerima kartu prakerja ini,” tukasnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks