alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Kasus Positif Korona di Mataram Naik Tiga Kali Lipat

Pemkot Mataram kecolongan. Masuk di minggu kedua April, terjadi lonjakan kasus. Pasien dalam pengawasan (PDP) yang positif terjangkit virus Korona, naik jadi tiga kali lipat. Polanya semakin meluas. Dari transmisi lokal hingga diduga terpapar akibat kontak dengan orang tanpa gejala (OTG).

== == ==

”Saya anggap satu kecolongan. Ada yang secara langsung masuk ke lingkungan, mungkin saat itu dia OTG atau ODP, ternyata membawa virus,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengomentari peningkatan kasus PDP positif, kemarin.

Hingga Kamis, 9 April, Kota Mataram menjadi wilayah yang tertinggi. Dengan kasus PDP positif Korona. Sudah ada 12 orang positif. Jauh meninggalkan Lombok Timur (Lotim), dengan empat kasus positifnya.

Dari 12 orang tersebut, satu orang sudah dinyatakan sembuh, dengan inisial YT. Dua orang meninggal dunia, yakni JA warga Dasan Agung dan YRW warga Ampenan. JA positif setelah pulang dari Jakarta. Sementara YRW kontak erat dengan YT.

Jika diurutkan berdasarkan pola penyebaran, Kota Mataram memiliki tiga klaster. Jamaah tablig yang pulang dari Gowa, transmisi lokal dari kontak erat dengan PDP positif berinisial YT, dan kontak erat dengan PDP positif berinisial JA.

Untuk klaster Gowa, ada empat PDP. Yakni pasien nomor 03 berinisial LJ asal Rembiga; pasien nomor 07 MA dari Pengempel Indah; pasien nomor 15 MU dari Kecamatan Sekarbela; dan pasien nomor 20 MZ dari Kecamatan Cakranegara.

Kemudian klaster kedua, pasien nomor 14 berinisial RM di Kecamatan Mataram dan YRW di Kecamatan Ampenan. Keduanya menjalin kontak erat dengan YT. Dari sana, terdapat PDP positif lain berinisial SL, yang melakukan kontak dengan PDP nomor 14.

Klaster ketiga, yang melakukan kontak dengan PDP positif JA adalah warga Monjok berinisial DA. Ia diketahui pernah sama-sama melakukan perjalanan ke Jakarta bersama JA.

Di luar dari mereka, ada pasien nomor 12 dengan inisial FBM dari Kecamatan Sekarbela. Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Namun diduga kuat terpapar dari anaknya, yang baru pulang dari wilayah endemis virus Korona.

Selanjutnya pasien nomor 17 berinisial KP dengan riwayat perjalanan pernah pergi ke Bali dalam 14 hari terakhir. Yang merupakan zona merah virus Korona.

Lonjakan kasus ini membuat Ahyar terkejut. Hingga sulit tidur. ”Gak bisa tidur saya tadi malam. Saya pikirkan bagaimana caranya ini supaya bisa ditekan. Makanya saya buat coret-coretan begini, supaya lebih jelas lagi pola pencegahan kita,” kata Ahyar usai rapat bersama gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram, kemarin.

Dari 12 kasus PDP positif, didominasi penularan dari luar daerah dengan jumlah 9 orang. Sisanya tiga orang, masuk kategori transmisi lokal.

Pola ini disadari Ahyar. Ia kemudian mengambil langkah dengan memperketat masuknya setiap orang ke wilayah Kota Mataram. Khususnya bagi mereka yang baru pulang dari zona merah virus Korona.

Kata Ahyar, setiap mereka yang datang dari zona merah, masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Gugus tugas harus menindaklanjutinya dengan melakukan screening kesehatan secara ketat.

”Yang dari luar daerah ini kita kecolongan. Jadi perlu isolasi ketat,” tutur wali kota dua periode ini.

Jika perlu seluruh ODP langsung menjalani isolasi di satu tempat. Terpusat. Di tempat yang disediakan Pemkot Mataram. Sehingga memudahkan untuk dilakukan pengawasan.

Hanya saja, langkah tersebut bakal terkendala soal tempat. Pemkot sampai sekarang hanya menyediakan satu lokasi isolasi, yakni di Wisma Nusantara. Dengan kapasitas 30 kamar saja. Sementara jumlah ODP hingga Jumat, 10 April, mencapai 79 orang.

Angka ODP berpotensi terus bertambah. Dengan kedatangan warga yang mudik hingga kepulangan pekerja migran dari luar negeri.  Dengan potensi penambahan tersebut, satu Wisma Nusantara tentu tak akan cukup.

Ahyar lalu memilih jalan tengah. Tidak langsung melakukan isolasi untuk seluruh ODP. Tapi, seluruh ODP wajib hukumnya untuk dilakukan rapid tes. Pengecekan awal untuk mengetahui adakah terindikasi terpapar korona.

Jika hasil rapid tes reaktif, ODP dipastikan menjalani isolasi di tempat yang disediakan pemkot. Sementara untuk hasil non reaktif, mereka akan diberikan kartu dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

”Kita fokus untuk yang reaktif, ODP ini kan bisa jadi OTG. Kelihatan sehat tapi ternyata bawa virus. Misalnya reaktif itu ada protokol lanjutannya. Kalau perlu bisa dinaikkan ke status PDP langsung,” tegas Ahyar

Selama ini, suplai data dilakukan dengan pola dari atas ke bawah. Gugus tugas ke lingkungan. Terkait pengawasannya. Cara ini diubah Ahyar. Ia meminta semua kepala lingkungan melaporkan setiap orang yang masuk ke wilayah mereka. Terutama yang baru datang dari zona merah. Tanpa terkecuali.

Ahyar juga meminta gugus tugas merespons seluruh laporan dari bawah. ”Saya dapat laporan, di wilayah Rembiga. Ada kaling yang melaporkan warganya baru dari luar daerah, tapi tindak lanjut dari gugus tugas itu tidak ada. Saya mau ini tidak terulang,” tegasnya.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, kebijakan isolasi harus diperjelas. Sudah menjadi kewajiban pemkot untuk memberikan tempat isolasi yang terpusat. Tujuannya bukan saja untuk memudahkan pengawasan, tapi juga memberi penekanan kepada warga kota yang membandel.

Meski begitu, warga dengan status ODP perlu juga diberikan keleluasaan. Untuk isolasi mandiri. ”Ini berlaku bagi mereka yang non reaktif hasilnya dari rapid tes,” kata Eko.

Tapi ada catatan lain bagi mereka yang isolasi mandiri. Warga harus siap untuk diawasi. Oleh petugas maupun tetangga mereka. Ini sebagai langkah proteksi pemkot agar penyebaran virus tidak semakin meluas.

”Kalau melanggar, masyarakat di sekitar bisa melapor. Petugas bisa juga menindaklanjuti dengan membawa mereka ke tempat isolasi terpusat,” tuturnya.

Camat Minim Data Warga ODP

PDP positif bernomor 12 asal Sekarbela menjadi bukti. Lemahnya pengawasan di tingkat bawah. Kelemahan tersebut dibuka Camat Cakranegara M Erwan. Katanya, kecamatan minim data mengenai ODP. Terutama setelah mereka melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.

”Kita tidak dapat umpan balik dari puskesmas. Misalnya, kita mau apakan orang itu setelah dari puskesmas,” kata Erwan.

Puskesmas beralasan, data medis tidak boleh dibuka. Sementara di sisi lain, petugas dari tingkat kecamatan hingga kelurahan memiliki kepentingan. Salah satunya untuk melakukan pengawasan. Apalagi jika yang bersangkutan berstatus ODP.

”Ada yang terputus di sana. Dengan kondisi sekarang setidaknya kecamatan dan lurah bisa juga memegang data tersebut. Supaya lebih maksimal untuk pengawasan,” tuturnya.

Kondisi PDP Positif Membaik

Kasus PDP positif sudah menyentuh angka dua digit. Kabar baiknya, sudah ada satu PDP positif yang dinyatakan sembuh, yakni YT. Sementara sisanya masih menjalani perawatan dengan kondisi kesehatan yang membaik.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, dari delapan PDP positif yang dirilis 9 April, lima di antaranya dirawat di RSUD kota. Sementara tiga orang sisanya, menjalani perawatan di RSUP NTB.

”Kondisi kelimanya stabil dan sehat,” kata dr. Jack, sapaan karibnya.

Mereka yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram berinisial DA; MZ; FBM; dan KP. Sedangkan YRW diketahui meninggal dunia, 4 April lalu.

Sebelum kelimanya, sudah ada PDP lain. Yakni MA dari Pengempel Indah serta dua PDP lainnya. Kata dokter Jack, dua PDP tersebut sudah diambil swab dan tinggal menunggu hasilnya.

”Ada satu PDP kita pulangkan hari ini. Hasil swabnya negatif dari Korona,” ujarnya.

Setelah kemunculan delapan PDP positif asal Kota Mataram, RSUD langsung melakukan langkah preventif. Mereka turut mengisolasi empat orang. Yang memiliki riwayat kontak dengan PDP positif DA.

”Itu istri dan tiga anaknya. Tiga akan ambil swab untuk memastikan mereka tidak terjangkit Korona,” kata dr. Jack. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks