alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Selly – TGH Manan Luncurkan Program GuDek

Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan meluncurkan program GuDeK untuk warga Kota Mataram. Inilah aksi kemanusiaan dari pasangan SALAM, sebagai jalan keluar bagi peliknya masalah yang mendera para orang tua dan anak-anak selama harus belajar di rumah menyusul Kota Mataram yang masih zona merah Covid-19.

—————————

 

MATA Raya Ajara Solehah berbinar. Dari balik masker kain yang dikenakannya, bocah kelas V SD Negeri 11 Kota Mataram itu pastilah sedang tersenyum. Kepada Hj Putu Selly Andayani yang menyapanya, Raya pun mengutarakan kegembiraannya.

“Senang sekali kita Bunda,” katanya.

Kemarin (10/8), sudah memasuki hari kedua, Raya belajar dengan suasana berbeda. Tidak lagi suntuk belajar di rumah. Itu yang membuat Raya begitu bersemangat.

Raya belajar di salah satu berugak di tepi kali Jangkuk yang membelah lingkungan tempat tinggalnya di Sintung, Kelurahan Banjar, Kota Mataram. Hujan deras yang mendera Kota Mataram sepanjang sore hingga petang kemarin tak menyurutkan niat Raya untuk belajar.

Tentulah tak cuma Raya seorang yang bergembira kemarin. Anak-anak lain di Sintung juga memiliki rasa suka cita yang sama. Sebab, ada guru yang datang mengajar untuk mereka. Namanya Nurul Hidayah. Oleh Nurul, Raya dan teman-temannya kemarin mendapat pelajaran matematika dasar. Pelajran mereka di sekolah. Bekal penting untuk menempuh pelajaran matematika lanjutan. Anak-anak itu, belajar menyelesaikan penjumlahan bilangan dengan mudah dan menyenangkan.

Bersisian di berugak lainnya, ada Lailen Hartanti. Dia sedang mengajak anak-anak laki-laki dari Lingkungan Sintung melakukan sebuah permainan. Bagian dari trauma healing untuk anak-anak yang praktis hanya berada di rumah selama pandemi. Tepuk tangan riuh bocah-bocah itu membahana, manakala satu sesi permainan tuntas. Disaksikan para orang tua mereka dari kejauhan, anak-anak itu bergembira bukan main.

Nurul Hidayah dan Lailen Hartanti, adalah relawan pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan. Sudah dua hari ini, mereka turun membimbing dan mengajar anak-anak lingkungan Sintung. Hal yang sangat disyukuri para orang tua di sana.

Baca Juga :  55 Calon Jamaah Haji Kota Mataram Tarik Setoran Awal

Sebab, mengajar anak-anak bagi sebagian besar orang tua di masa pandemi bukanlah perkara mudah. Tak banyak di antara mereka yang bisa mengajar dan membimbing anak-anak mereka untuk belajar setiap hari. Banyak hal yang menjadi musababnya. Di antaranya waktu orang tua yang tidak tersedia penuh. Sebab, mereka juga harus keluar rumah mencari nafkah.

Belum lagi, pendidikan orang tua juga tidak memadai untuk mengajar materi pelajaran bagi anak-anak mereka. Katakanlah, orang tua yang hanya lulusan sekolah dasar, tapi harus mengajar anak-anaknya mata pelajaran matematika dengan basis Kurikulum K-13. Atau orang tua yang lulusan SMP, tapi harus mengajarkan anak-anaknya materi pelajaran SMA.

Itulah sebabnya, Pasangan Selly-TGH Manan hadir menjawab langsung kebutuhan para orang tua di tengah pandemi ini. Pasangan Selly- TGH Manan ingin masalah pelik yang dihadapi para orang tua di Mataram bisa terselesaikan.

“Kami menyiapkan sebanyak 10 tenaga pengajar yang akan berkeliling membantu layanan pendidikan di masa pandemi Covid-19,” katanya.

Para tenaga pengajar tersebut bagian dari program GuDeK (Guru dan Dokter Keliling) yang disiapkan pasangan yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini untuk warga Kota Mataram. Di Lingkungan Sintung kemarin, program ini pun secara resmi diluncurkan. Selly hadir langsung bersama dengan TGH Abdul Manan. Warga di sana juga hadir melihar anak-anak mereka belajar.

Dalam program ini, guru yang berkeliling menyiapkan pula fasilitas internet portable yang memungkinkan para siswa mengakses pelajaran daring oleh guru mereka di sekolah. Fasiltias internet itu gratis untuk seluruh kebutuhan belajar daring para siswa. Materi pelajaran dari guru di sekolah itu kemudian dibahas oleh relawan yang diterjunkan pasangan SALAM. Relawan-relawan ini adalah praktisi di bidangnya. Seperti Nurul Hidayah. Dia adalah guru di salah satu bimbingan belajar ternama di Mataram. Atau juga Lailen Hartanti, yang merupakan psikolog anak.

Hajjah Selly mengatakan, sudah menjadi fakta bahwa pandemi Covid-19 telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Tak kecuali dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Penjabat Wali Kota Mataram 2015 ini menegaskan, tak hanya orang dewasa. Kondisi psikologis anak pun rentan terganggu oleh situasi yang serba tak menentu saat ini. Oleh karena itu alih-alih hendak berkampanye ke lingkungan-lingkungan. Selly memilih menggerakkan sumber daya dan jaringan yang dimilikinya untuk menggelar aksi kemanusiaan. Memberi solusi di tengah masalah yang membelit warga Kota Mataram kala pandemi.

Baca Juga :  Tangani Pelanggaran, Bawaslu Mataram Utamakan Tatap Muka

“Ini juga bagian dari ikhtiar kami membantu program pemerintah sekaligus untuk mentaati imbauan Mendagri agar para Calon Kepala Daerah peduli Covid-19,” kata Hajjah Selly.

Selly sadar sepenuhnya. Bahwa pendidikan anak-anak tak boleh terhenti di masa pandemi. Karena itu, manakala belum ada solusi dari pemerintah, dirinya bersama TGH Abdul Manan memberi solusi taktis.

Didampingi TGH Abdul Manan, Hajjah Selly mengaku, kesedihan anak-anak yang diharuskan belajar dari rumah, tidak dapat bermain dan bertemu dengan teman-teman, serta berbagai hal lain harus dilakukan demi menekan penularan infeksi Covid-19 adalah hal yang menjadi beban pikirannya.

Sebab, anak-anak yang tidak begitu mengerti tentang penyakit ini juga bisa tertekan dan terganggu mentalnya akibat rasa ketakutan yang dimilikinya.

Oleh karena itu, menujang program GuDek itu, Hajjah Selly juga menerjunkan tenaga psikolog yang juga untuk memberi trauma healing padan anak-anak di Kota Mataram. Sementara untuk para orang tua mereka, Selly dan TGH Manan juga menerjunkan tenaga kesehatan. Mereka memberi pemeriksaan kesehatan gratis untuk para orang tua. Disiapkan pula mobil ambulans yang siaga kapan saja masyarakta membutuhkan.

Kemarin misalnya, Made Siswanti, salah satu relawan yang merupakan tenaga kesehatan, memeriksa kesehatan para orang tua di sela menyaksikan anak-anak mereka yang sedang belajar. Ada yang memeriksa tensi darahnya. Ada pula yang memeriksa kadar kolesterol mereka.

“Alhamdulillah, tensi saya normal,” kata Inaq Aminah, salah seorang warga Sintung menjawab Hajjah Selly yang datang menghampiri manakala dirinya sedang memeriksakan kesehatan.

Hajjah Selly menegaskan, bahwa dirinya ingin keluarga-keluarga di seluruh lingkungan di Mataram tetap bahagia dan berdamai dengan situasi pandemi yang tidak menentu dan belum diketahui ujungnya ini. Apapun, Mataram memang mesti cemerlang dan berkah. (kus/r6/adv)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/