alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Selly – TGH Manan Luncurkan Program GuDek

Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan meluncurkan program GuDeK untuk warga Kota Mataram. Inilah aksi kemanusiaan dari pasangan SALAM, sebagai jalan keluar bagi peliknya masalah yang mendera para orang tua dan anak-anak selama harus belajar di rumah menyusul Kota Mataram yang masih zona merah Covid-19.

—————————

 

MATA Raya Ajara Solehah berbinar. Dari balik masker kain yang dikenakannya, bocah kelas V SD Negeri 11 Kota Mataram itu pastilah sedang tersenyum. Kepada Hj Putu Selly Andayani yang menyapanya, Raya pun mengutarakan kegembiraannya.

“Senang sekali kita Bunda,” katanya.

Kemarin (10/8), sudah memasuki hari kedua, Raya belajar dengan suasana berbeda. Tidak lagi suntuk belajar di rumah. Itu yang membuat Raya begitu bersemangat.

Raya belajar di salah satu berugak di tepi kali Jangkuk yang membelah lingkungan tempat tinggalnya di Sintung, Kelurahan Banjar, Kota Mataram. Hujan deras yang mendera Kota Mataram sepanjang sore hingga petang kemarin tak menyurutkan niat Raya untuk belajar.

Tentulah tak cuma Raya seorang yang bergembira kemarin. Anak-anak lain di Sintung juga memiliki rasa suka cita yang sama. Sebab, ada guru yang datang mengajar untuk mereka. Namanya Nurul Hidayah. Oleh Nurul, Raya dan teman-temannya kemarin mendapat pelajaran matematika dasar. Pelajran mereka di sekolah. Bekal penting untuk menempuh pelajaran matematika lanjutan. Anak-anak itu, belajar menyelesaikan penjumlahan bilangan dengan mudah dan menyenangkan.

Bersisian di berugak lainnya, ada Lailen Hartanti. Dia sedang mengajak anak-anak laki-laki dari Lingkungan Sintung melakukan sebuah permainan. Bagian dari trauma healing untuk anak-anak yang praktis hanya berada di rumah selama pandemi. Tepuk tangan riuh bocah-bocah itu membahana, manakala satu sesi permainan tuntas. Disaksikan para orang tua mereka dari kejauhan, anak-anak itu bergembira bukan main.

Nurul Hidayah dan Lailen Hartanti, adalah relawan pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan. Sudah dua hari ini, mereka turun membimbing dan mengajar anak-anak lingkungan Sintung. Hal yang sangat disyukuri para orang tua di sana.

Sebab, mengajar anak-anak bagi sebagian besar orang tua di masa pandemi bukanlah perkara mudah. Tak banyak di antara mereka yang bisa mengajar dan membimbing anak-anak mereka untuk belajar setiap hari. Banyak hal yang menjadi musababnya. Di antaranya waktu orang tua yang tidak tersedia penuh. Sebab, mereka juga harus keluar rumah mencari nafkah.

Belum lagi, pendidikan orang tua juga tidak memadai untuk mengajar materi pelajaran bagi anak-anak mereka. Katakanlah, orang tua yang hanya lulusan sekolah dasar, tapi harus mengajar anak-anaknya mata pelajaran matematika dengan basis Kurikulum K-13. Atau orang tua yang lulusan SMP, tapi harus mengajarkan anak-anaknya materi pelajaran SMA.

Itulah sebabnya, Pasangan Selly-TGH Manan hadir menjawab langsung kebutuhan para orang tua di tengah pandemi ini. Pasangan Selly- TGH Manan ingin masalah pelik yang dihadapi para orang tua di Mataram bisa terselesaikan.

“Kami menyiapkan sebanyak 10 tenaga pengajar yang akan berkeliling membantu layanan pendidikan di masa pandemi Covid-19,” katanya.

Para tenaga pengajar tersebut bagian dari program GuDeK (Guru dan Dokter Keliling) yang disiapkan pasangan yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini untuk warga Kota Mataram. Di Lingkungan Sintung kemarin, program ini pun secara resmi diluncurkan. Selly hadir langsung bersama dengan TGH Abdul Manan. Warga di sana juga hadir melihar anak-anak mereka belajar.

Dalam program ini, guru yang berkeliling menyiapkan pula fasilitas internet portable yang memungkinkan para siswa mengakses pelajaran daring oleh guru mereka di sekolah. Fasiltias internet itu gratis untuk seluruh kebutuhan belajar daring para siswa. Materi pelajaran dari guru di sekolah itu kemudian dibahas oleh relawan yang diterjunkan pasangan SALAM. Relawan-relawan ini adalah praktisi di bidangnya. Seperti Nurul Hidayah. Dia adalah guru di salah satu bimbingan belajar ternama di Mataram. Atau juga Lailen Hartanti, yang merupakan psikolog anak.

Hajjah Selly mengatakan, sudah menjadi fakta bahwa pandemi Covid-19 telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Tak kecuali dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Penjabat Wali Kota Mataram 2015 ini menegaskan, tak hanya orang dewasa. Kondisi psikologis anak pun rentan terganggu oleh situasi yang serba tak menentu saat ini. Oleh karena itu alih-alih hendak berkampanye ke lingkungan-lingkungan. Selly memilih menggerakkan sumber daya dan jaringan yang dimilikinya untuk menggelar aksi kemanusiaan. Memberi solusi di tengah masalah yang membelit warga Kota Mataram kala pandemi.

“Ini juga bagian dari ikhtiar kami membantu program pemerintah sekaligus untuk mentaati imbauan Mendagri agar para Calon Kepala Daerah peduli Covid-19,” kata Hajjah Selly.

Selly sadar sepenuhnya. Bahwa pendidikan anak-anak tak boleh terhenti di masa pandemi. Karena itu, manakala belum ada solusi dari pemerintah, dirinya bersama TGH Abdul Manan memberi solusi taktis.

Didampingi TGH Abdul Manan, Hajjah Selly mengaku, kesedihan anak-anak yang diharuskan belajar dari rumah, tidak dapat bermain dan bertemu dengan teman-teman, serta berbagai hal lain harus dilakukan demi menekan penularan infeksi Covid-19 adalah hal yang menjadi beban pikirannya.

Sebab, anak-anak yang tidak begitu mengerti tentang penyakit ini juga bisa tertekan dan terganggu mentalnya akibat rasa ketakutan yang dimilikinya.

Oleh karena itu, menujang program GuDek itu, Hajjah Selly juga menerjunkan tenaga psikolog yang juga untuk memberi trauma healing padan anak-anak di Kota Mataram. Sementara untuk para orang tua mereka, Selly dan TGH Manan juga menerjunkan tenaga kesehatan. Mereka memberi pemeriksaan kesehatan gratis untuk para orang tua. Disiapkan pula mobil ambulans yang siaga kapan saja masyarakta membutuhkan.

Kemarin misalnya, Made Siswanti, salah satu relawan yang merupakan tenaga kesehatan, memeriksa kesehatan para orang tua di sela menyaksikan anak-anak mereka yang sedang belajar. Ada yang memeriksa tensi darahnya. Ada pula yang memeriksa kadar kolesterol mereka.

“Alhamdulillah, tensi saya normal,” kata Inaq Aminah, salah seorang warga Sintung menjawab Hajjah Selly yang datang menghampiri manakala dirinya sedang memeriksakan kesehatan.

Hajjah Selly menegaskan, bahwa dirinya ingin keluarga-keluarga di seluruh lingkungan di Mataram tetap bahagia dan berdamai dengan situasi pandemi yang tidak menentu dan belum diketahui ujungnya ini. Apapun, Mataram memang mesti cemerlang dan berkah. (kus/r6/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks