alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Ayo Ngaku, Siapa yang Berbohong? Amir Tantang Balik H Rusni

MATARAM-Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin tak terima disebut ada uang dibalik penetapan LP2B. Ia merasa sudah bekerja secara profesional dan sesuai prosedur. Bahkan Amir mengatakan bukan dirinya yang menetapkan secara teknis, di mana lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) itu.

“Tapi ada Pokjanya sendiri yang merancang dan menetapkan kawasan,” kata Amir.

Amir sampai memberi keterangan dua kali pada Lombok Post. Pertama di ruang Pendopo Wali Kota Mataram. Lalu kedua, Amir kembali lagi memberi ulasan atas drama LP2B yang begitu menguras pikirannya di sekitar lapangan Sangkareang.

Di tempat ini, Amir bahkan sempat terlihat sedih. Ia hampir menangis. Matanya berkaca-kaca mendengar tudingan ada ‘Uang’ di balik penetapan LP2B.

Tudingan itu dinilainya keterlaluan. Justru ia merasa selama ini sangat menghargai niat para investor. Terlibat dalam pembangunan kota.

Ia menegaskan kota saat ini kekurangan 32 ribu rumah bagi warganya. Karenannya, sikap menghalang-halangi investor justru kontraproduktif dengan upaya pemenuhan rumah itu.

“Kok saya dituding menghalang-halangi investor, apalagi membunuh (usaha) mereka. Saya justru membuat karpet merah bagi mereka!” ujar Amir, berkaca-kaca.

Tudingan ada ‘uang’ di balik penetapan LP2B pun dinilainya tak ada dasar. Ia lalu memperlihatkan peta lahan yang diklaim Rusni seluas 9 hektare (ha). Faktanya kalau dalam hitung-hitungan yang ia terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), luasnya bukan 9 ha. “Tetapi sekitar 60 are!” cetusnya.

Lalu siapa yang berbohong? Amir atau Rusni?

Jika benar luasnya 9 ha seperti yang diklaim, ia pun meminta pada Rusni buka-bukaan data. Lahan mana saja yang ia maksud dan klaim seluas itu. Realitanya dalam penelusurannya, luasnya tidak seperti yang dinarasikan selama ini. Bahkan sampai ada tudingan ‘uang’ di balik penetapan LP2B.

“Ini lihat jenggot saya. Insya Allah saya tetap istiqamah di jalan Tuhan (tidak terima suap)!” tegasnya.

Amir melanjutkan gaji dan pendapatannya selama ini sudah cukup. Sehingga ia tidak perlu mencari uang dengan cara seperti itu. Karenanya agar tudingan-tudingan liar tidak terus berkembang, ia berharap Rusni mau membuktikan dengan peta. Lalu memperlihatkan lahan yang mana yang diklaimnya 9 ha itu.

Dari hasil mapping, mulanya lahan persawahan (bukan LP2B) di kawasan Jempong itu menurutnya seluas 124,05 ha. Lalu ada kawasan tak produktif seluas 41,7 ha. Sehingga totalnya menjadi 165,75 ha.

“Termasuk di dalamnya ada tanah beliau (Rusni),” ulasnya.

Selanjutnya dalam perda perubahan no 5 tahun 2019 tentang RTRW Kota Mataram, dilakukan penyesuaian. Sehingga luas lahan RTRW di sana menjadi 137,03 ha. Penyesuaian ini tidak hanya mencaplok lahan milik Rusni. Tetapi ada lahan milik warga lain juga di sana.

“Sehingga LP2B di Jempong bisa mencapai 137,03 ha,” ulasnya.

Sementara Rusni disebutnya diambil sekitar 60 are (lihat gambar). Tidak seperti digembar-gemborkan selama ini mencapai 9 ha.

Amir pun berharap bisa bertemu dengan Rusni. Lalu membahas persoalan ini dengan kepala dingin. Ia yakin ini hanya soal kesalahpahaman persepsi dan data. Sehingga terjadi perang opini di media.

“Saya mau lihat yang mana menurut beliau 9 ha itu. tunjukan pada kami mana petanya dan sertifikatnya sehingga yang beradu itu data, bukan hanya sekedar klaim sepihak,” ulasnya.

Sebelumnya, H Ahmad Rusni pimpinan pengembang Dasar Grup mendatangi kantor wali kota lagi Jumat (8/3) lalu. Ia meminta kejelasan soal tindak lanjut tanahnya yang tidak bisa dibangun karena diubah jadi LP2B. Rusni bahkan menduga ada aroma ‘uang’ di balik penetapan LP2B. Dugaan ini setelah ia melihat perubahan LP2B Kota Mataram yang sangat kontras.

“Coba lihat di sini (menunjuk peta kawasan Sandubaya) tiba-tiba berubah kuning, sementara di tanah sini (tanah miliknya) yang jelas-jelas mau dibangun jadi perumahan, jadi hijau, apa ada uang di balik ini?” sindir Rusni.

Ia sempat mendengar, jika ada pengembang di kawasan Sandubaya yang berubah kuning itu, diakomodir oleh Pemkot. Tetapi ia sebaliknya justru ‘dicopet’ lahannya dengan berubah jadi LP2B.

“Kalau mau itu (uang) saya ada, tapi jangan banyak-banyak,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks