alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Mari Gotong Royong Lawan DBD

MATARAM-Pada tahun 2017 Kelurahan Rembiga termasuk zona merah. Dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat itu sekitar 30 warga dinyatakan suspect. Tersebar di hampir semua lingkungan di Rembiga.

Namun pada tahun 2018, zona merah itu berhasil diubah jadi hijau. Kasus demam berdarah pun berhasil ditekan menjadi nol kasus. Lurah Rembiga Sunardi mengatakan, tidak mudah mengubah status ini.

“Saya sadar rupanya fogging memang berhasil membunuh nyamuk dewasa. Tapi tidak dengan jentik dan telurnya,” kata Sunardi.

Ia pun paham. Hanya dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saja nyamuk bisa dibasmi. Hingga telur-telurnya. Karena itu, ia pun mendorong masyarakat untuk gotong-royong.

Membersihkan lingkungannya dengan pola 3M. Menguras, Menutup, dan Mengubur benda-benda yang dapat menampung telur dan jentik nyamuk.

“Di tengah aktivititas masyarkat kota yang padat dengan pekerjaan, tidak mudah mengajak mereka gotong-royong,” akunya.

Tapi Sunardi tidak menyerah. Ia tidak hanya melakukan pendekatan melalui Kepala Lingkungan dan Tokoh Masyarakat. Tapi juga ikut berbincang dengan warganya langsung. Dari para orang tua hingga anak muda.

“Mau sedikit atau banyak yang ikut, gotong-royong bersihkan lingkungan, tetap dilakukan,” imbuhnya.

Lambat laun akhirnya konsistensi itu berhasil mendorong warga lain, yang mulanya acuh tak acuh pun ikut. Mereka tergerak ikut gotong royong karena sadar bahaya DBD. Sunardi pun menetapkan hari Sabtu sebagai hari Gotong-Royong.

Upaya ini berhasil. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sejak tahun 2018 Sunardi telah sukses menjadikan kawasan Rembiga sebagai kawasan bebas fogging. Selain karena alasan tidak efektif membuntuh nyamuk. Fogging juga menyisakan racun yang cukup berbahaya bagi masyarakat.

“Sejak itu tidak pernah ada lagi fogging di kawasan saya,” tegasnya.

Faktanya lanjut Sunardi, aktivitas gotong-royong berhasil menyelamatkan nyawa warganya, dari bahaya DBD. Tapi ia sadar, budaya ini tidak hanya perlu disosialisasikan. Tetapi juga ditanamkan dalam kebiasaan anak muda. Ia pun mendorong lahirnya komunitas Trash Hero.

“Sebuah komunitas anak muda yang punya semangat untuk membersihkan lingkungannya dari sampah yang dijadikan tempat bertelur nyamuk-nyamuk itu,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks