alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

LPA Sebut Kasus Bullying di Mataram Cukup Tinggi

MATARAM-Sederet kasus bullying atau perundungan masih marak terjadi di sejumah sekolah di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Mataram.

“Kita lihat, kasus ini masih tinggi,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi pada Lombok Post, kemarin (11/3).

Menurut Joko, kasus perundungan di Kota Mataram bersifat tertutup. Dan tidak banyak diketahui masyarakat.

“Dari data kami (LPA), kasus bullying ini didominasi oleh pelajar-pelajar sekolah. Dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA),” tuturnya.

Dia menilai, kasus bullying sangat berbahaya. Khususnya, bagi kesehatan mental korban. “Yang ditakutkan, efek setelah itu. Bisa saja, korban menjadi pendendam, mengulangi hal serupa. Atau bahkan, melakukan kasus-kasus mengerikan selanjutnya,” ujarnya.

Belum lama ini, kasus bullying kembali mencuat. Salah satunya, di Kabupaten Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara. Perundungan ini terjadi pada seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan jenis kelamin, perempuan.

Yang sangat disayangkan, aksi bullying tersebut direkam oleh pelaku. Tiga pria dan dua wanita. Video itu diunggah di salah satu media sosial.

“Kita bisa lihat, tren atau fenomena anak-anak muda sekarang sudah bergeser. Mereka bisa melakukan apapun, hanya untuk diakui,” jawab Joko.

Kehadiran smartphone juga diakuinya menjadi salah satu penyebab banyaknya terjadi kasus-kasus yang serupa. “Jika diibaratkan, handphone itu sudah jadi gaya hidup masyarakat saat ini. Sayangnya, penggunaannya kerap disalahgunakan,” tuturnya.

Zaman semakin berkembang. Dan orang tua semakin mudah memberikan akses gadget kepada anak-anaknya. Tanpa melakukan pengawasan.

“Coba dilihat, hampir kebanyakan handphone anak-anak sekarang dikunci. Jadi, orang tua tidak bisa mengawasi, apa yang di browsing anak-anaknya,” katanya.

Seharusnya, para orang tua memberikan batasan kepada anak-anaknya dalam mengakses smartphone. Pasalnya, apa yang ditonton anak-anak akan mudah ditiru.

“Anak itu sifatnya meniru, itu sudah dilakukan anak-anak sejak bayi,” ujarnya.

Dari data Polres Mataram, yang dihimpun LPA Mataram ada beragam kasus yang dilakukan oleh anak-anak di Mataram sepanjang 2019. Antara lain, 7 kasus penganiayaan, 24 kasus pencurian motor (curanmor), hingga 3 aksi cabul.

“Bullying itu bisa jadi pintu pembuka kasus-kasus lainnya, dan dampaknya sangat besar. Intinya, keluarga harus memberikan pengasuhan yang positif,” imbuhnya.

Tidak hanya keluarga terdekat. Para guru di sekolah juga dinilai memiliki peran besar dalam mendidik anak. Khususnya, ketika berada di sekolah. Mengingat, guru menjadi orang tua kedua mereka setelah keluarga kandung.

“Untuk itu, kami bersama Dinas Pendidikan Kota akan memberikan penguatan kepada guru BK di sekolah. Dengan harapan, ada komunikasi intensif antara orang tua dan sekolah,” tutupnya.

Terpisah, salah satu orang tua bernama Sulastini mengaku peran serta orang tua dan sekolah harus lebih intensif. Ini dilakukan, agar meminimalisir kasus-kasus seperti bullying. Hingga tindakan kekerasan seksual lainnya.

“Semakin ke sini, pengawasan orang tua ke anak semakin susah. Apalagi dengan perkembangan zaman yang semakin canggih,” kata warga Kota Mataram itu. (tea/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks