alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jelang Lebaran Toko Pakaian di Mataram Diizinkan Beroperasi

MATARAM-Pemkot Mataram memudahkan warganya mencari baju lebaran. Dengan mengizinkan sejumlah toko pakaian untuk tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

“Sangat dilematis. Yang penting aktivitas bisa berjalan, pengunjung bisa kita atur,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Kemarin, Ahyar mengumpulkan sejumlah pemilik toko pakaian. Juga ritel modern. Wali kota memberi pilihan, apakah operasional toko ditutup atau tetap dibuka dengan menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Para pengusaha tentu memilih opsi yang kedua. Apalagi seperti diketahui, menjelang lebaran, toko-toko pakaian akan diserbu masyarakat.

S Wijanarko, pemilik Toko Cakar Mas mengatakan, jika tokonya ditutup tidak ada penghasilan yang bisa digunakan untuk menggaji karyawan mereka. Karena itu, ia meminta toko bisa beroperasi seperti biasa, namun tetap menjalankan protokol Covid-19.

”Itu pertimbangan kami. Tetap menjaga jarak. Apabila pengunjung terlalu banyak, kami batasi. Nanti disediakan kursi untuk duduk di luar, jadi bisa masuk secara bergantian,” kata Wijanarko kepada wali kota.

Mendengar hal tersebut Ahyar setuju. Dengan pertimbangan ekonomi, toko-toko pakaian bisa tetap buka. Meski di tengah kondisi kasus positif Covid-19 di Kota Mataram yang terus merangkak naik. Terutama untuk kasus transmisi lokalnya.

Meski begitu, wali kota dua periode ini tidak ingin toko-toko pakaian buka begitu saja. Kemarin, ada surat pernyataan yang diberikan kepada mereka. Yang juga harus ditandatangani. Berisikan kesanggupan seluruh pemilik toko menjalankan protokol pencegahan.

Seperti, memeriksa suhu tubuh seluruh karyawan dan pengunjung yang datang. Menyediakan tempat cuci tangan. Mewajibkan pemakaian masker. Mewajibkan protokol distancing dengan membuat marka jarak di tangga, eskalator, atau saat antrean. Hingga memastikan telah dilakukan penyemprotan disinfektan.

Kata Ahyar, protokol pencegahan harus konsisten dilaksanakan. Izin yang diberikan harus dibarengi dengan prioritas menjaga protokol tersebut dijalankan. ”Tolong itu bisa dijamin terlaksana dengan baik. Ada penjagaan di depan,” katanya.

Pemkot juga berencana menurunkan petugas gabungan. Melibatkan TNI Polri dalam melakukan penjagaan di sana. Sampai kepada petugas kesehatan. Selain itu, lanjut Ahyar, jika tidak disiplin, tak menutup kemungkinan akan ada tindakan tegas dari petugas.

”Bisa kita tutup,” tuturnya.

Kebijakan ini sedikit ambigu. Di sisi lain, pemkot memberi imbauan untuk sementara menunda kegiatan peribadatan di rumah ibadah, seperti salat Jumat dan Tarawih di masjid. Tapi wali kota memperbolehkan aktivitas ekonomi non bahan pokok, seperti di toko pakaian.

Lombok Post menanyakan apakah tidak ada perlakuan serupa untuk masjid. Di mana tetap diperbolehkan beribadah, namun tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Menanggapi itu, Ahyar menyebut sebenarnya prinsipnya sama. Soal imbauan untuk meniadakan Jumat atau Tarawih, itu untuk menghindari terjadinya kontak fisik. ”Sesuai dengan fatwa. Jumat bisa diganti dengan Salat Duhur di rumah. Begitu juga dengan masalah Tarawih,” kata Ahyar.

Ahyar kemudian menyinggung soal pasar, bukan toko pakaian. Katanya, jika pasar mau ditutup, siapa yang akan menjamin masyarakat atas kebutuhan pokok mereka. Artinya, pasar bisa tetap berjalan, tapi harus dengan ketat menegakkan protokol pencegahan Covid-19.

”Saya sering dapat pertanyaan itu. Kenapa pasar dibuka, kita tidak ada cara lain bagaimana kalau itu ditutup,” tandas Ahyar. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks