alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

JPS Mataram Telan Rp 64 Miliar Pemkot Harus Transparan

MATARAM-Bukan hanya biaya distribusi yang membengkak tetapi biaya pengadaan paket JPS Mataram dinilai ganjil. “Di tahap I itu anggaran disiapkan Rp 4,240 miliar lalu tahap II Rp 60,263 miliar,” kata politisi PDIP I Gede Wiska, kemarin (11/5).

Bila ditotal JPS tahap I dan II maka anggaran yang dihabiskan Rp 64,504 miliar. Jumlah ini dinilai tidak sesuai atau terlalu besar mengingat penerima JPS Mataram hanya sebanyak 24.442 orang. “Kalau anggaran sebesar itu seharusnya yang terima bukan 24 ribuan tetapi 43 ribuan,” katanya.

Detail rincian anggaran ini yang ingin dilihat dewan, tetapi belum bisa diberikan eksekutif dalam ekspose anggaran penanganan covid-19. “Itu juga yang kami pertanyakan kemarin karena penjelasan masih terlalu umum,” terangnya.

Sebaliknya bila hanya menyiapkan paket JPS Mataram sebanyak 24 ribuan anggaran yang dibubuhkan tidak sampai Rp 64 miliar.  “Ya paling sekitar Rp 33 miliaran,” ulasnya.

Dari keterangan eksekutif Wiska mendapat penjelasan bila anggaran tahap I dan II yang diekspose baru sebatas asumsi. Bila ada kelebihan anggaran akan disalurkan di tahap berikutnya. “Tetapi kan nggak bisa begitu ya harus sesuai dengan rinciannya kan judulnya penyaluran tahap I dan II,” tekannya.

Saat ini Pemkot Mataram baru menyalurkan 9 ribu paket di tahap I dan II. Seharusnya dengan Rp 4 miliar di tahap I sudah cukup mengakomodir kebutuhan pengadaan JPS di dua tahapan itu. “Tinggal kali saja satu paket Rp 250 ribu dikali 9 ribu itu ketemu angka Rp 2,250 miliar, masih lebih dari Rp 4 miliar di tahap I,” rincinya.

Anggota DPRD Kota Mataram itu mendorong pemkot lebih terbuka dalam pengadaan paket JPS Mataram bagi masyarakat. Sehingga tidak muncul beragam asumsi liar yang dapat membuat masyarakat kecewa. “Jadi saya rasa sampaikan saja data apa adanya sehingga terpenuhi rasa keadilan di tengah masyarakat,” pintanya.

Sebelumnya paket JPS Mataram disebutkan akan sebanyak 26 ribu paket. Tetapi kemudian dikoreksi lagi oleh Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito jumlahnya di bawah itu. “Sebanyak 22.442 KK,” katanya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks