alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Korona Masih Tinggi, Pasar Ternak Selagalas Belum Boleh Beroperasi

MATARAM-Pasar ternak di Selagalas belum akan dibuka. ”Sudah kita ajukan. Tapi belum ada izin dari ketua gugus tugas,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli, Kamis (11/6).

Rencana membuka pasar ternak harus diajukan terlebih dahulu. Dibahas di gugus tugas. Setelah itu, ketua gugus tugas dalam hal ini wali kota Mataram, akan memutuskan. Apakah memberi izin atau tidak.

Mutawalli mengatakan, rencana tersebut sudah dibahas di internal gugus tugas Kota Mataram. Hasilnya belum ada persetujuan. Ada beberapa faktor yang masih mengganjal. Salah satunya sulit untuk mengatur jarak di pasar ternak.

”Kalau menyediakan cuci tangan dan hand sanitizer, bisa kita. Tapi, siapa yang bisa menjaga,” ujarnya.

Di pasar ternak, ada sekitar delapan petugas dari Distan. Yang setiap saat berjaga ketika aktivitas pasar ternak dibuka. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan orang yang datang. Kata Mutawalli, dalam satu hari ada lebih dari 1.000 orang ke sana.

Mereka yang datang berasal dari segala penjuru. Bukan saja dari Pulau Lombok. Peternak, pengusaha, dan pembeli dari Pulau Sumbawa juga datang. ”Tidak akan mampu. Pegawai kita cuma delapan orang di sana,” jelas Mutawalli.

Jika ingin dibuka, personel yang berjaga di pasar ternak harus ditambah. Minimal 20 orang. Yang berasal dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. ”Kalau tidak di back up, kita kesulitan juga. Lebih baik tidak usah dibuka,” ujarnya.

Hanya saja, Mutawalli memilih untuk menunda dulu pembukaan pasar ternak. Ada hal lain yang tidak bisa ditawar. Soal jaminan mengenai tidak ada orang yang akan membawa penyakit covid-19 selama melakukan transaksi di pasar ternak.

”Siapa yang bisa menjamin soal itu. Apalagi ini orang datang dari segala penjuru,” tutur Mutawalli.

Ia mengatakan, sudah banyak yang meminta pasar ternak dibuka kembali. Jagal hingga pedagang kesulitan mendapatkan daging. Mereka bahkan harus mengambil jauh. Langsung di kandang peternak atau pasar ternak di Narmada, Lombok Barat.

”Kita tunggu saja keputusan pimpinan. Kalau diberi izin, tentu kita akan langsung buka,” katanya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks