alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

MATARAM-Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Jumat (11/7)

Sanksi yang diberikan berdasarkan rekomendasi. Dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kepada PPK, dalam hal ini Wali Kota Mataram. Sanksinya bukan untuk kategori pelanggaran berat. Sifatnya ringan. Menyangkut kode etik.

”Ada teguran dan diminta untuk membuat surat pernyataan,” tuturnya.

Pemberian sanksi disesuaikan dengan rekomendasi KASN. Eko menyebut, pemkot tidak bisa memberi sembarang saja. Apalagi yang tidak berdasarkan rekomendasi dari KASN. ”Harus berdasarkan ketentuan. Jelas petunjuknya, itu yang kita tindaklanjuti,” ujar Eko.

Sekda mengatakan, pemkot tetap melakukan pemantauan terhadap tiga ASN yang sudah diberi sanksi. Apabila mengulangi pelanggaran terkait netralitas, tentu akan ada hukuman susulan.

Ia menegaskan, pemberian sanksi membuktikan ketegasan Pemkot Mataram. Setiap ASN harus netral menghadapi Pilwali 2020. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan juga terus melakukan imbauan terkait netralitas.

”Tidak pandang bulu siapapun. Sepanjang berpredikat sebagai ASN, dia harus netral,” kata Sekda.

Soal pengawasan, Eko berharap tidak dilakukan institusi pengawasan. Masyarakat juga harus proaktif. Memberi informasi dan laporan. Melalui saluran yang sudah ditentukan.

Selama tahapan Pilwali 2020, ia tak menampik sudah ada temuan terkait netralitas. Ada sejumlah ASN yang terindikasi memihak. Namun, itu sudah ditindaklanjuti Bawaslu. Proses klarifikasi pun telah dilakukan.

”Kita tetap tegas soal netralitas ini. Sudah ada instruksi dari pimpinan juga untuk menjaga netralitas kita,” tandas Eko.

Netralitas ASN sudah diatur. Salah satunya dalam PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik ASN.

Pengawasan netralitas ASN ini, dipastikan Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri, akan tetap dilakukan. Selama ini ada anggapan keliru. Lebih kepada alibi dari para ASN. Mereka beranggapan, selama calon-calon belum mendaftar atau tahapan belum dimulai, maka diangggap sah-sah saja untuk menunjukkan dukungan.

Hasan mengatakan, status ASN melekat. Selama 24 jam. Tidak bergantung pada pendaftaran bakal calon. Maupun tahapan pilwali. ”Jadi jangan beralibi kalau mereka belum menjadi calon, terus menunjukkan dukungan,” tuturnya.

Kemudian, Bawaslu dalam melakukan penindakan selalu didasari dua hal. Temuan dan adanya informasi awal. Selama ini, Bawaslu membuka pelayanan informasi. Yang menerima laporan terkait indikasi ketidaknetralan ASN.

Ketika ada laporan masuk, pelapor akan diminta untuk mengirimkan data. Dari sana Bawaslu membentuk tim untuk menelusuri. ”Kita undang yang bersangkutan. Untuk dilakukan klarifikasi,” jelas Hasan.

Hasil klarifikasi berupa rekomendasi, diberikan kepada KASN. Sebab ini berkaitan dengan administrasi. Etik. Yang kewenangannya berada di KASN.

Soal sanksi yang akan dijatuhkan, untuk juga menjadi ranah KASN. ”Kalau sudah keluar rekom dari KASN, itu bukan kewenangan Bawaslu juga. Tapi, menjadi wilayah pejabat pembina kepegawaian,” tandas Hasan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks