alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

——————————————–

 

“KAMI satu suara. Kompak. Terutama dengan semua kepala lingkungan dan tokoh masyarakat,” kata Lurah Cakranegara Timur  I Gusti Agung Ngurah Oka, Jumat (10/7).

Sinergi yang baik itu membuat Kelurahan Cakranegara Timur tetap berada di zona hijau. Artinya, tidak ada satu pun warga di tempat ini terpapar virus Korona. Meskipun, di sini banyak pertokoan dan mobilitas masyarakatnya begitu tinggi.

“Intinya, apa yang menjadi imbauan pemerintah kita terapkan bersama-sama,” ungkapnya.

Oka tak segan turun tiap hari berkeliling lingkungan. Tentu bersama kepala lingkungan (kaling)  untuk mensosisialisasikan bahaya Covid-19. “Kalau ada arahan dari atasan, langsung kita bergerak,” tuturnya.

Dia juga menggandeng Babinsa dan Babinkamtibmas turun ke lingkungan. Meminta  warga yang melakukan aktivitas di luar rumah mengggunakan masker. Kegiatan itu dilakukan terus menerus. “Sampai masyarakat bosan lihat kita,” celetuknya.

Oka secara konsisten mendoktrin masyarakatnya. Bahwa, virus Korona ini ada. Dan berbahaya. “Jangan sampai warga tepapar baru ada penyesalan. Ini yang tidak kita mau,” ujarnya.

Karena itu, ia tak hanya mendoktrin masyarakatnya, tapi juga meminta semua pengsuaha menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan jaga jarak. “Boleh dilihat semua toko di wilayah Cakranegara Timur, ada tempat cuci tangannya. Ada yang pakai ember, tandon, dan sebagainya,” ungkapnya.

Warga setempat Made Suriadi mengatakan, Korona ini harus dilawan bersama. Dengan cara semua masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. “Kita harus bersama-sama melawan Korona,” ujarnya.

Karena terus mendapat sosialisasi dari lurah dan aparat, ia mengaku sangat yakin dengan adanya Korona ini. Apalagi, pasien terpapar terus bertambah.

“Kalau menurut saya, menekan angka penyebaran Korona mulai dari diri kita dengan menerapkan protokol kesehatan. Kita juga menjaga lingkungan jika ada orang luar masuk,” ungkapnya. (jay/r3/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks