alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

MATARAM-Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Pembatasan waktu keluar rumah bagi warga kota, bukan sekali ini diterapkan. Ketika penyebaran virus mulai terjadi di Kota Mataram, pertengahan Maret lalu, pemkot langsung mengeluarkan kebijakan aturan jam malam. Dari pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Wita.

Lampu jalan dimatikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Begitu juga penerangan di taman-taman kota. Selain itu, aktivitas pertokoan, restoran, hingga tempat hiburan diminta untuk tidak buka melebihi jam 10 malam.

Setelah berjalan sekitar dua bulan, pemkot melonggarkan aturan jam malam. Salah satunya dengan kembali menyalakan penerang jalan umum. Di jalur-jalur protokol.

Pertengahan pekan ini, aturan jam malam kembali diberlakukan Pemkot Mataram. Lampu-lampu di jalan protokol mulai dimatikan dari pukul 22.00 Wita. Pembatasan aktivitas juga diberlakukan untuk rumah makan, tempat hiburan, serta pertokoan.

Kata Ahyar, upaya ini untuk memutus mata rantai penyebaran covid. Ia berharap masyarakat bisa memahami. Mematuhi soal kebijakan jam malam. ”Kita sama-sama, supaya pencegahan covid bisa lebih masif,” ujarnya.

Selama transisi kenormalan baru, aktivitas warga kota mulai meningkat. Ruang-ruang publik kembali dipadati masyarakat. Tempat nongkrong dan kafe juga ramai dikunjungi.

Di sisi lain, terjadi peningkatan kasus positif covid. Yang dari analisa Pemkot Mataram, tren penularan kasus banyak terjadi di ruang publik. Juga wilayah perkantoran swasta. ”Positif yang baru-baru ini, kebanyakan tanpa gejala. Kita curigai transmisinya di ruang publik,” ucap Ahyar.

Untuk itu, diberlakukan kembali kebijakan jam malam. Pengawasannya dilakukan Satpol PP Kota Mataram. Dengan dibantu jajaran TNI Polri. Kata Ahyar, petugas gabungan sudah turun untuk melakukan sosialisasi kembali. Sekaligus penertiban apabila terjadi pelanggaran.

”Kita harapkan bisa dipatuhi demi kebaikan bersama,” kata Ahyar.

Sementara itu, juru bicara penanganan covid Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, kampanye pencegahan covid terus dilakukan secara masif. Agar masyarakat tidak terlena dengan adanya pelonggaran. Penerapan new normal di daerah lain.

Bahkan, kemarin Pemkot Mataram kembali mengeluarkan surat edaran. Khusus kepada pengusaha dan OPD pengelola fasilitas umum.

Edaran itu terkait larangan warga mengunjungi tempat umum atau pusat perbelanjaan jika tidak pakai masker. “Kalau ke pasar modern akan dilarang  jika tak pakai masker,” kata Nyoman.

Kemarin, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram melakukan rapat bersama wali Kota Mataram. Bergesernya penyebaran Korona membuat pemkot mengintensifkan pencegahan di tempat-tempat publik. “Ada pos-pos jaga juga kita buat di pasar tradisional dan tempat umum lainnya,” ucapnya.

Langkah pemkot menertibkan tempat umum akan dimulai dari Car Free Day (CFD). Secara aturan kata dia, CFD belum dibuka. Namun masyarakat sudah mulai berkumpul setiap Minggu pagi di Taman Udayana. “Ini akan kita tertibkan,” tegas dia.

Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram akan berjaga-jaga mengawasi warga dalam menerapkan protokol kesehatan di fasilitas publik. “Orangnya yang kita jaga. Kalau tempatnya sudah menyiapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sementara Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, masyarakat sudah mulai menormalkan diri. Namun, pihaknya akan tetap mengawasi secara ketat. “Sekarang kita fokuskan ke tempat-tempat publik,” kata Fuddin. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks