alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Jelang PTM, BPBD Kota Mataram Semprot Disinfektan Sekolah

MATARAM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Disamping itu, BPBD juga sudah menyalurkan bantuan berupa masker anak dan alat cuci tangan ke Dinas Pendidikan (Disdik).

“Ada juga yang kita berikan langsung ke sekolah. Tergantung permintaan,” kata Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor, kemarin.

Untuk diketahui, PTM di Kota Mataram akan dimulai pertengahan Februari mendatang. Namun sebelumnya, sekolah-sekolah di Kota Mataram akan melakukan simulasi mulai besok sampai 27 Januari mendatang.

Fuddin sapaan karibnya, sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah-sekolah yang akan melaksanakan PTM. Tak hanya itu, bantuan berupa thermal gun, masker, sabun, dan alat cuci tangan sudah disalurkan.

“Bantuan thermal gun tergantung jumlah siswa. Jika siswanya banyak kita berikan dua sampai tiga unit,” ungkap dia.

Penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan jelang simulasi. Namun pihak BPBD akan melakukan berkala. Misalnya, jika dalam satu pekan siswa hanya melakukan pertemuan tatap muka dua kali maka penyemprotan bisa dilakukan dua minggu sekali.

Sesuai hasil rapat bersama Disdik Kota Mataram, kata Fuddin, PTM sewaktu-waktu bisa ditutup jika ada siswa yang positif Covid-19. “Kalau ada siswa yang positif sekolah akan kita tutup,” ungkap dia.

Kepala Disdik Kota Mataram HL fatwir Uzali mengatakan, sekolah yang menerapkan PTM harus menyiapkan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19. Sebab, jika tidak sekolah belum siap menerapkan PTM. “Kita sudah cek kesiapan sekolah. Rata-rata sekolah sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan prokes lainnya,” ujar mantan kepala SMAN 1 Mataram ini.

Namun yang paling penting bagi Fatwir, pada PTM ada izin dari orang tua atau wali murid. Ini dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, jangan sampai sekolah disalahkan. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap dia.

Jikapun nantinya ada siswa yang positif, lanjut Fatwir, sekolah akan ditutup. Tidak lagi menerapkan PTM. “Mudah-mudahan PTM berjalan lancar dan aman,” harap Fatwir. (jay/r3)

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks