alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Maju Sehari, Vaksinasi di Mataram Dimulai 14 Januari

MATARAM-Jadwal pelaksanaan vaksinasi di Kota Mataram maju sehari. Dari tanggal 15 Januari dipercepat menjadi 14 Januari, besok.”Vaksinasi di Kota Mataram dan Lombok Barat besok Kamis 14 Januari. Sesuai kesepakatan hasil rapat terkahir sore kemarin,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi kepada Lombok Post ditemui di RSUD Provinsi NTB, Selasa (12/1).

Dari jadwal yang seharusnya dilaksanakan 15 Januari atau hari Jumat di kabupaten/kota diubah mengikuti jadwal provinsi. Mereka yang divaksin perdana adalah bupati/wali kota dan jajaran Forkopimda. ”Besok Kamis itu hanya kick off. Selanjutnya di Kota Mataram ada 7.503 nakes yang diajukan dan Lobar sekitar 2.500 nakes,” bebernya.

Apakah jumlah ini mewakili semua nakes yang ada di Kota Mataram, Kadikes NTB mengaku kemungkinan masih belum semuanya masuk ke dalam sistem. Sehingga nanti akan difasilitasi lagi dan dicek nakes yang belum terdaftar untuk divaksin.

Terpisah, juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa membenarkan jadwal pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan mulai Kamis (14/1). “Tanggal 14 jadinya menyesuaikan dengan jadwal provinsi,” katanya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi besok, dijadwalkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana akan mendapat giliran pertama. Didampingi anggota Forkopimda hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Ada sekitar 30 orang. Pak wali dan pak wakil, kepala dinas, camat, ketua MUI, dan tokoh agama lain. Termasuk gugus tugas, saya nanti juga ikut,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut divaksin. Karena vaksin itu sudah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin edar BPOM. “Itu artinya, vaksin ini aman,” tandas Nyoman.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, vaksinasi di sejumlah fasilitas kesehatan (Fakes) di Kota Mataram dimulai 15 Januari. “Di data kami ada 7 ribu nakes (tenaga kesehatan) yang akan divaksinasi,” kata Usman.

Namun begitu sampai saat ini vaksin yang disimpan di Dinas Kesehatan (Dikes) NTB belum didistribusikan ke Kota Mataram. Begitu juga dengan berapa jatah vaksin yang akan diterimanya, Usman mengaku belum tahu. “Harusnya vaksin sudah ada di kita. Karena besok akan dilakukan vaksinasi, tapi ini belum dikirim,” kata Usman.

Dia menuturkan, untuk Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh kemungkinan tidak akan divaksinasi. Sebab, usianya 60 tahun. Jadi, tidak masuk dalam rekomendasi untuk divaksinasi. “Batal jadinya. Tapi nanti bisa diganti kapolresta atau kajari,” terangnya.

Menurutnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tidak memenuhi syarat dari segi usia. Yang boleh divaksinasi yang usianya 18 sampai 59 tahun. “Kalau pak wali kan usianya 60 tahun ke atas,” ungkap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyatakan siap divaksinasi. Karena usianya 59 tahun. Namun kini tiba-tiba Usman menyatakan, orang nomor satu di Kota Mataram itu tidak memenuhi kriteria untuk dilakukan vaksinasi karena usianya 60 tahun. “Yang muda-muda ini akan kita dahulukan. Seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujarnya.

Dia menegaskan, vaksinasi aman bagi tubuh, bahkan sudah dirilis BPOM. Emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 baik pada aspek keamanan dan efektivitas. Dia menyebutkan, data efikasi virus vaksin Sinovac telah memenuhi ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 65 persen.

Hanya saja ada beberapa orang yang tidak boleh divaksinasi. Diantaranya orang yang pernah terpapar Covid-19, ibu hamil, memiliki penyakit jantung, diabetes, lupus, dan sebagainya. “Ada 15 item yang tidak boleh divaksinasi,” ungkap dia.

Tris Cahyoso, salah satu dokter di Kota Mataram menuturkan, vaksinasi ini perlu dilakukan di masa pandemi Covid-19. Semua membutuhkan vaksin untuk kekebalan tubuh. Semakin banyak orang yang divaksin, maka semakin banyak masyarakat yang memilki kekebalan tubuh. “Virus ini membutuhkan ruang gerak di orang yang tidak memiliki kekebalan tubuh. Kalau semua orang divaksin, maka ruang gerak virus ini terbatas,” ungkap dia.

Pada prinsipnya kata Tris, semua vaksin ini sama. Seperti vaksin polio dan sebagainya. Tapi sekarang ini virusnya baru, jadi vaksinnya juga baru. Begitu juga dengan keamanan, ia melihat vaksin ini aman dan berkualitas. Apalagi BPOM sudah menyatakan vaksin aman. Ditanya soal efek samping, tentu nantinya muncul demam tapi tidak terlalu tinggi. Pegal. Dan nyeri di bagian yang disuntik. “Saya rasa juga vaksin lain efeknya seperti ini,” kata dia. (ton/jay/r3)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks