alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Dulu Ngakunya Sembilan Hektar, Ternyata

MATARAM-Adu argumen antara Kepala Bappeda Kota Mataram H Amirudin  dengan Pemilik Dasar Grup H Ahmad Rusni belum berakhir. Kemarin, giliran Rusni yang menyerang Amir.

Sayangnya, luas lahan yang dipakai menyerang Amir luasnya tidak seperti awal kasus ini mencuat. Dulu, H Rusni menyebut ada sembilan hektar lahan miliknya yang dijadikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Nyatanya, kemarin luas lahan itu diubah. Yakni kurang dari lima hektare.

Meski begitu, Rusni tetap tidak terima pernyataan Amir yang menyebut lahan H Rusni yang masuk LP2b hanya 60 are. “Dia (Kepala Bappeda) harus belajar lagi baca peta,” cetus Rusni dengan nada tinggi.

Rusni lantas memperlihatkan siteplan lokasi lahan Dasar Grup. Dari luas lahan itu tertulis luasannya tercatat 52.168 meter persegi atau 5,1168 hektare (ha). Luas ini berbeda dengan klaim sebelumnya yang menyebut sekitar 9 hektare (ha). Namun bagi pihaknya tetap saja luasan itu tak bisa dianggap sedikit.

“Jadi jangan asal sebut cuma 60 are,” cetusnya.

Salah satu Direktur Dasar Grup Zulkarnaen menjelaskan, lahan yang disebut 60 are itu hanya sebagian kecil saja. Dari rencana pembangunan perumahan di kawasan Perum Elit Kota Mataram Asri, kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

“Masih ada yang kita ajukan izin yang lain,” imbuhnya.

Ia merinci ad sekitar 98 are lahan persis berada di belakang kantor Dasar Grup. Lalu, sekitar 60 berada di dalam perumahan seperti yang disebutkan Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin. Berikutnya lagi ada sekitar 1,48 hektare di utara Kampung Geguntur.

“Lalu ada sekitar 98 are di belakang perumahan dan ada sekitar 60 are di timur jalan (samping kantor) yang rencannanya akan dikerjasamakan dengan salah satu kampus,” ujarnya.

Belum lagi ada tanah juga atas nama H Ahmad Rusni di dekat saluran irigasi persawahan di kawasan Lingkar Selatan. Luasnya tercatat sekitar 1,05 ha.

“Itu kalau ditotal-total mendekati sekitar 5 ha,” ungkapnya.

Zul mengatakan, pada proses pengajuan pada tahun 2018 lalu, luasan lahan yang diajukan perizinannya sekitar 2,5 ha. Lahan itu akan dikembangkan oleh Dasar Grup. Antara lain PT Kaffah dan PT Perdana Mulia Ramadani.

Seandainya perizinan itu tidak terganjal oleh oknum aparat pemerintah kota, akan dilanjutkan dengan rencana usulan perizinan untuk tanah yang lain.

“Memang yang kita usulkan pertama itu sekitar 2,5 ha yang akhirnya mandeg perizinannya. Tapi kalau seandainya tidak ada persoalan kami akan usulkan juga lahan yang lain,” terangnya.

Proses pengajuan perizinan dilakukan sercara bertahap. Hal ini sudah dilakukan sejak dulu. Tidak bisa serta-merta karena pihaknya harus menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk siteplan rencana pengembangan.

“Tapi pengajuan secara bertahap itu bukan berarti lahannya tidak produktif,” tegasnya.

Pemerintah seharunya menurut dia memahami ini. Jika sudah ada pembangunan di sebagian lahan di sana. Tentu akan ditindaklanjuti juga dengan rencana pengembangan yang lain. Apalagi jelas-jelas Dasar Grup bergerak di bidang properti.

“Kita tidak mungkin beli lahan untuk jadi persawahan,” ujarnya sembari tersenyum.

Kalaupun ada perbedaan narasi soal luas lahan, menurutnya itu hanya perkiraan awal. Sebab pihaknya belum melakukan penghitungan, belum memetakan secara detail. Jika sebelumnya ada sekitar 9 ha, lalu setelah dihitung jadi 5 ha, baginya bukan substansi.

Toh, setelah dichek dengan detail. Angkanya pun tidak sekecil yang disebutkan pihak Bappeda. “Kalau cuma 60 are kami tidak akan persoalkan seribut ini, tapi ini berhektare-hektare,” tegasnya.

Zul sendiri mengatakan pihaknya terbuka dengan ajakan Kepala Bappeda Kota Mataram untuk duduk bersama. Berdiskusi dengan kepala dingin. Hanya saja ia menyayangkan, kenapa baru dibahas saat ini.

“Kenapa tidak dari dulu, sebelum ini. Kalau sekarang sudah terlanjur (jadi perda),” sesalnya.

Menurutnya, apa gunanya ada Asosoiasi seperti Real Estate Indonesia. Jika akhirnya pemerintah tidak mengajak perwakilan REI untuk bicara soal LP2B. Tapi baru pemerintah ketar-ketir, ketika masalah lahan yang jadi LP2B diprotes dan dipersoalkan secara hukum.

“Ndak ada udangan dari REI. Kalau ada, pasti kami diberitahu,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks