alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Was-Was Teror Nyamuk DBD

MATARAM-Warga Lendang Kelor, Kelurahan Sayang-Sayang was-was. Dalam beberapa minggu terakhir, teror nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam jiwa mereka.

Sejauh ini, sudah dua warga terkapar dan dilarikan ke rumah sakit karena positif DBD. Kepala Lingkungan Lendang Kelor, Sayang-Sayang Azami mengatakan, nyamuk DBD gampang berkembang di wilayahnya karena persoalan kebersihan lingkungan. “Anaknya ibu Santi usianya sekitar 6 bulan dan anaknya ibu Suyatni usia 5 tahun (yang terkena DBD),” terang Azami.

Sekalipun sempat dinyatakan positif DBD, untungnya nyawa anak-anak itu bisa tertolong. Sempat ada kendala proses biaya pengobatan. Karena rupanya mereka dari keluarga miskin dan belum memperoleh kartu berobat gratis.

“Tapi bisa kita tolong dari dana bansos,” jelasnya.

Dua anak itu memang sudah sembuh. Bahkan yang usia dua tahun kembali masuk TK. Tapi ancaman DBD masih menghantui warga di Lingkungan Lendang Kelor. Azami pun berharap Dinas Kesehatan mau turun. Membantu ia mengkampanyekan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungannya.

 “Ada saluran di sana biasanya dipakai warga buat cuci dan mandi,” ujarnya.

Sayangnya saluran itu tak dirawat. Banyak yang buang sampah di sana. Bahkan saluran banyak yang mampet dan air menggenang. Azami sudah mengajak warga menggelar bersih-bersih sekitar lingkungan.

Tapi rupanya kesadaran warganya masih rendah. Ia mengaku kesulitan mengajak warganya gotong-royong. Karena ia tak begitu pandai bicara tentang korelasi kebersihan dengan kesehatan.

“Mungkin kalau pihak kesehatan yang bicara mereka mau dengar,” harapnya.

Warganya ogah ikut gotong-royong. Karena alasan sibuk bekerja. Padahal nyamuk-nyamuk semakin banyak di wilayahnya.

“Kalau sudah ada kasus seharusnya pihak Dinas Kesehatan mau lebih memperhatikan kami, tapi kalau bisa jangan pakai fogging,” harapnya.

Ia mendengar fogging tak menyelesaikan masalah. Hanya membunuh nyamuk dewasa. Tapi tidak dengan jentik dan telur nyamuk. Bahkan ia mendengar racun fogging tidak sehat bagi warga.

“Kalau bisa bantu kami tebarkan bubuk abate itu, tolonglah,” harapnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks