alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Pemkot Mataram Harus Lebih Tanggap Cegah Sebaran Korona

MATARAM-Jumlah masyarakat yang positif terkena virus Korona di Indonesia terus bertambah. Bahkan, ada satu WNA yang dinyatakan positif, meninggal dunia di Bali. Pulau tetangga terdekat dari Lombok.

Meski imbauan waspada sudah dikeluarkan Wali Kota Mataram, belum terlihat respons pemkot untuk pencegahan. Seperti penambahan fasilitas wastafel portabel.

Kota Surabaya misalnya langsung menambah fasilitas cuci tangan portabel maupun handrub di sejumlah ruang publik. Jumlahnya lebih dari 100 unit. Mengimbangi imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, pemkot tetap akan mengupayakan hal tersebut. Meski sampai sekarang belum ada pembicaraan teknis terkait upaya penambahan fasilitas cuci tangan portabel di ruang publik.

Eko beralasan, sampai sekarang di Kota Mataram belum ada kasus pasien positif Korona. Langkah menambahkan fasilitas pun akan dilakukan, apabila sudah sampai pada kondisi darurat.

”Tapi memang perlu kita antisipasi,” kata Eko, Kamis (12/3).

Setelah munculnya kasus positif Korona, pemkot sudah melakukan imbauan. Tapi hanya sebatas imbauan semata. Kata Eko, imbauan wali kota meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik.

Tidak sampai di sana, masyarakat juga diminta terus menjaga kebersihan. Seperti rajin cuci tangan, tidak bepergian ke daerah maupun negara yang terjangkit Korona, hingga menggunakan masker.

”Baru dari sisi itu. Untuk hal lain akan kita siapkan kalau itu dipandang perlu,” ujarnya.

Antisipasi memang perlu segera dilakukan. Tapi pemkot juga berharap ada protokol penangangan pencegahan secara global. Salah satunya dikeluarkan Pemprov NTB. Dari sana, setiap kabupaten/kota di NTB akan mengikuti.

Mengenai belum adanya penambahan fasilitas, bukan saja dengan alasan belum masuk kedaruratan. Tapi, kata Eko, pemkot tak ingin langkah tersebut justru menimbulkan kepanikan massal di masyarakat.

”Kita pikirkan juga dampak psikologisnya. Pendekatan persuasif dari kelurahan juga sudah dilakukan, langsung ke masyarakat,” kata Eko.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, langkah antisipasi virus Korona sudah dilakukan jajarannya. Mulai dari menyediakan ruang isolasi hingga ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis.

”Sudah kita siapkan,” kata dr. Jack, sapaan karibnya.

Di Pulau Lombok, RS rujukan untuk kasus Korona ada di RSUP NTB dan RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur. Nantinya, ketika ada pasien suspek Korona yang masuk RSUD Kota Mataram langsung dirujuk ke dua RS tersebut.

Dalam proses rujuk itu, tenaga medis RSUD Kota Mataram akan dilengkapi APD. Begitu pula saat mereka nanti memasuki ruang isolasi.

Kabid Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram dr. Emirald Isfihan mengatakan, salah satu cara mencegah penyebaran virus adalah dengan cara mencuci tangan. Baik menggunakan sabun maupun cairan pembersih tangan.

Di RSUD Kota Mataram, telah disiapkan handrub atau tempat cuci tangan. Berisi pembersih yang bisa membunuh kuman dan virus di tangan. Handrub disediakan di sejumlah titik. Termasuk lobi.

”Kita taruh juga di konter resepsionis,” kata Emirald.

Dalam menghadapi Korona, minimnya stok hand sanitizer di pasaran tak membuat RSUD Kota Mataram khawatir. Sebab, hand sanitizer diproduksi bagian farmasi.

Selain itu, RSUD Kota Mataram juga memiliki prosedur penggunaan masker. Khusus bagi semua pasien yang datang dengan keluhan batuk, kata Emirald, akan diberikan masker. Ketika mereka mengambil nomor antrean atau mencetak nomor antrean.

”Petugas anjungan pendaftaran mandiri yang nanti akan memberikan,” ujarnya.

Adapun untuk petugas kesehatan di RSUD Kota Mataram, tidak ada instruksi khusus terkait penggunaan masker. Tidak semua petugas diwajibkan memakai masker. Hanya petugas yang melakukan kontak pertama dengan pasien di IGD, petugas di ruang isolasi, dan petugas yang melakukan tindakan.

”Prosedurnya seperti itu. Tiga petugas itu yang wajib memakai masker,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, virus Korona tidak perlu ditanggapi berlebihan. “Yang pakai masker orang sakit. Batuk pilek,” tegasnya, kemarin.

Dijelaskan, orang yan sehat sebenarnya tidak perlu menggunakan masker. “Kalau sehat pakai masker ini salah,” ucapnya.

Menurutnya, tidak perlu takut kontak langsung dengan orang yang tidak sakit batuk dan pilek. “Tapi kalau ada yang batuk pilek, bila perlu pakai sarung tangan agar tidak menular. Jangan hanya masker saja,” terangnya.

Menurutnya, jika ada orang yang terindikasi virus Korona tinggal diperiksa. Jika terbukti tinggal diisolasi. Sejauh ini, agar virus Korona tidak masuk di NTB, hanya perlu memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan. “Kalau ada orang baru pulang dari luar negeri, ya di discreening,” pintanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks