alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pemukiman Bertambah, Mataram Terancam Kekurangan Lahan Pemakaman

MATARAM-Warga Kota Mataram yang meninggal dunia bisa kelimpungan. Akibat semakin sesaknya lahan pemakaman. ”Selama ini kita cuma andalkan dana pokir dewan untuk perluasan,” kata Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram H Kemal Islam, kemarin.

Kemal menyebut, tanggung jawab pemakaman bukan saja di pundak pemkot. Tapi juga pengembang perumahan. Mengingat semakin banyaknya perumahan yang dibangun di Kota Mataram.

Perkim sebenarnya berharap ada partisipasi dari pengembang. ”Ibaratnya itu sekarang kan pengembang yang banyak punya jamaah di perumahannya,” tutur Kemal.

Sayang harapan Perkim tak sejalan dengan kondisi di lapangan. Masih ada pengembang yang tidak menyediakan sarana permakaman. Kata Kemal, seharusnya OPD pembeli izin bisa menekan pengembang, untuk mereka menyediakan lahan.

”Jangan biarkan membangun tanpa ada lahan pemakaman yang disiapkan. Persoalan mereka membuat di kompleks perumahan atau dibelikan lahan di tempat lain, itu tidak jadi masalah. Yang penting ada,” ucapnya.

Selama ini, masyarakat menyediakan lahan pemakaman dilakukan secara swadaya. Pemerintah tak mampu mengcover seluruhnya. Karena itu, di Kota Mataram cuma ada empat titik permakaman milik pemerintah. Itu juga semakin menyempit.

Solusinya, lanjut Kemal, kembali pada pengembang perumahan. Pemkot memiliki keterbatasan anggaran apabila harus memperluas lahan permakaman yang ada sekarang. Apalagi sampai mengadakan permakaman baru.

”Seandainya saya yang mengeluarkan izin, pasti saya tekan dong. Kan begitu,” cetusnya.

”Sebenarnya kita ingin mengadakan, tapi keterbatasan anggaran. Makanya sekarang ini dibantu dengan dana pokir dari dewan,” tambah Kemal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan, penyediaan lahan pemakaman bergantung pada kesepakatan warga dengan pengembang.

Dalam aturannya, pengembang hanya diwajibkan menyediakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Dengan luas 30 persen dari total kawasan perumahan. Hanya saja, tidak semua warga sepakat untuk fasos dan fasumnya dalam bentuk permakaman.

”Proporsional. Tergantung pada fasilitas umumnya, seperti jalan yang memadai, tempat ibadah, lapangan standar, itulah yang standar,” kata Irwan.

Mengenai penyediaan pemakaman, bisa dilakukan atas kesepakatan. Irwan lalu mencontohkan warga di Griya Pagutan Indah. Mereka sepakat untuk membebaskan lahan di jalur bypass sebagai lokasi pemakaman nanti.

Sementara itu, jika berbicara regulasi, Pemkot Mataram sebenarnya memiliki aturan yang mewajibkan pengembang menyediakan pemakaman. Dimuat dalam Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Prasarana, Sarana, dan Utilitas.

Kewajiban tersebut diatur dalam Pasal 11. Disebutkan prasarana yang meliputi jaringan jalan, pembuangan air limbah, air hujan, hingga penampungan sampah sementara. Adapun pemakaman masuk pada kategori sarana di pasal yang sama.

Ketersediaan lahan pemakaman ditujukan untuk pengembang perumahan dengan luas lahan minimal 5.000 meter persegi. Dengan luas tersebut, pengembang harus menyediakan lahan pemakaman sebesar dua persen.

Masih pada beleid yang sama, diatur juga mengenai sanksinya. Pada Pasal 9, pengembang yang tidak menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas, diberi sanksi administratif tertulis hingga pencabutan perizinan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks