alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pernikahan Sesama Jenis Buyar, Dukcapil Mataram Lacak Pemalsuan KTP dan KK

MATARAM-Kasus  pernikahan sesama jenis antara Su alias Mita 25 tahun warga Kecamatan Ampenan dan Mu warga Gelogor, Kecamatan Kediri kini ditangani polisi. Namun hal itu harus jadi pelajaran. Aparatur di kelurahan dan lingkungan bisa lebih cermat agar peristiwa serupa tidak terulang. ”Kedepannya, ini jadi pelajaran,” kata Camat Ampenan Syamsul Irawan, kemarin (12/6).

Dugaan kecerobohan dilakukan aparatur kelurahan dan lingkungan di Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan. Sehingga menyebabkan, Su alias Mita, yang berbekal identitas palsu, bisa mengurus administrasi perkawinan secara legal.

Salah satunya dengan keluarnya surat keterangan wali nikah. Beratasnamakan Mita, yang beralamat di Lingkungan Pejarakan, Kelurahan Pejarakan Karya. Di surat tersebut, Mita menyebut bahwa orang tua laki-lakinya sudah meninggal dunia.

Selain itu, dalam proses membuat surat numpang nikah atau NA, juga bermodal identitas palsu. Kata Syamsul, secara administratif, NA ditandatangani lurah atau sekretaris lurah. Tapi, sebelum naik ke tingkat kelurahan, semua prosesnya dimulai dari lingkungan dulu.

Syamsul mengatakan, ia memang mengetahui kasus tersebut. Tapi, tidak secara mendetail. Apalagi mengenai identitas milik Mita yang digunakan saat mengurus administrasi perkawinannya.

”Kalau soal itu saya tidak bisa menjawab. Teknisnya bisa di lurah,” kata Syamsul.

Dengan kejadian ini, Syamsul meminta lurah dan kepala lingkungan di bawahnya harus memberi atensi. Mengecek seluruh proses administrasi dengan benar. Harus bisa meyakinkan bahwa identitas yang diberikan, benar milik warga di wilayahnya.

Warning Syamsul tak lepas dari informasi yang diperolehnya. Jika Su alias Mita tidak berdomisili di Pejarakan. Hanya identitasnya, yang diduga palsu, menyebutkan ia tinggal di wilayah tersebut.

”Info dari kaling begitu. Dia tidak berdomisili di Pejarakan,” jelasnya.

Mengenai adanya pengesahan dari pihak kelurahan, Syamsul menyebut sebagai proses administrasi biasa. Ketika lingkungan sudah membawa beberapa dokumen terkait dan lengkap bersama syarat-syarat, pihak kelurahan langsung menandatangani.

”Tapi, kalau KTP dan KK itu, misalnya dipalsukan, ini kan ada niat dari yang bersangkutan mengelabui aparat,” kata Syamsul.

Dokumen kependudukan Su alias Mita, dipastikan palsu. Nomor Kartu Kepala Keluarga (KK) rupanya milik Sunardi. Yang di dalamnya tidak terdapat nama Mita.

Begitu juga dengan KTP elektroniknya. Ketika dilacak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan NIK, KTP tersebut terdaftar atas nama Dedi Irawan. Warga di Kecamatan Cakranegara.

”Sangat mungkin dicetak secara manual. Artinya ini pemalsuan,” kata Kadis Dukacapil Kota Mataram Chaerul Anwar.

Menurut Chaerul, peristiwa tersebut bisa dicegah. Jika saja pihak terkait melakukan pengecekan ke Dukcapil Kota Mataram.

Melalui basis data, Dukcapil bisa mengetahui identitas di dokumen administrasi. Apakah asli atau palsu. ”Dulu ada kejadian, orang di luar lombok mau nikah di sini. Kemudian ada keluarga yang ngecek, ternyata calon suaminya sudah menikah dan punya anak dua,” tandas Chaerul.

Sebelumnya, soal pemalsuan dokumen administrasi, kuasa hukum Mita, Ilham menyebut Mu yang mengaturnya. KTP palsu yang dibuat berdasarkan inisiatif dari Mu. ”KTP disodorkan Mu. Klien kami cuma disuruh untuk mengganti fotonya saja,” kata Ilham. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks