alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

2.323 Karyawan di Mataram Bakal Terima Tambahan Gaji dari Pemerintah

MATARAM-Kabar gembira bagi para karyawan perusahaan swasta yang bekerja di Kota Mataram. Dalam waktu dekat, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja akan memberikan bantuan Rp 600 ribu per bulan.

“Yang mengajukan pekerja penerima insentif ini bukan dari pihak kami. Tapi BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Hariadi, kemarin (11/8).

Menurutnya, syarat utama memperoleh bantuan bagi pekerja ini adalah harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Untuk Kota Mataram, sesuai data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah yang terdaftar sebanyak 2.323 orang. Itu termasuk kader posyandu, karena mereka juga menjadi peserta,” terang Hariadi.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang NTB Adventus Edison Souhuwat menjelaskan, pemberian insentif ini merupakan program pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja. Program ini untuk pekerja penerima upah atau formal yang terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan.

Tujuan bantuan ini untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan ekonomi pekerja. Pekerja bisa menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif setiap hari. Dengan catatan diutamakan untuk penggunaan produk lokal UMKM. Agar berdampak mengangkat perekonomian yang anjlok.

Adapun juga syarat pekerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan minimal pembayaran iuarannya sampai dengan Bulan Juni 2020. Kemudian persyaratan lainnya, mereka wajib memiliki nomor induk kependudukan dan memiliki gaji di bawah Rp 5 juta.

“Pekerja juga wajib memiliki nomor rekening karena bantuan ini akan langsung dikirim ke nomor rekening masing-masing. Makanya saat ini kami di BPJS Tenaga Kerja ditugaskan untuk melakukan collecting data para pekerja untuk diserahkan ke Kementerian tenaga Kerja,” ujar Sony, sapaannya.

Skema pembayarannya nanti Rp 600 ribu selama empat bulan. Dibayar per dua bulan atau Rp 1,2 juta. “Makanya kami berharap setiap pelaku usaha yang belum mendaftarkan karyawannya agar mendaftar ke BPJS Tenaga Kerja. Agar karyawannya mendapat perlindungan.” pintanya.

Kabid Kepsertaan Mansyursyah menjelaskan secara keseluruhan di NTB saat ini ada 91.800 pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Berasal dari 4.600 perusahaan. Paling banyak di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Potensi yang menerima bantuan ini sebanyak 51.200 pekerja seluruh NTB. Setelah melakukan pendataan dan collecting, nanti data tersebut akan diserahkan ke pemerinrtah pusat. Di sana akan dilakukan validasi sesuai dengan Peraturan Menteri tenaga Kerja yang menjadi payung hukumnya. “Informasi yang kami dapatkan, Permenaker ini akan keluar minggu ini,” jelasnya.

Untuk pekerja di Kota Mataram, kuota penerima insentif atau subsidi sekitar 30 persen dari kuota yang ada. Karena jumlah pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan paling besar. Disusul Lombok Barat 18 persen. Sisanya tersebar di kabupaten kota yang ada di NTB.

“Nanti akan diberikan langsung dua bulan Rp 1,2 juta, dan dua bulan beringkutnya Rp 1,2 juta. Informasi dari Menteri bisa Bulan Agustus bisa juga di awal September, tergantung Kementerian. Kami hanya menyampaikan data saja,” terangnya.

Apakah para kader posyandu, staf atau perangkat desa yang juga terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan juga berhak menerima, Mansyursah menegaskan semua akan diusulkan. Namun validasi atau ketentuan apakah mereka berhak mendapatkan insentif ini atau tidak ditentukan oleh pemerintah pusat. Melalui regulasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja. “Kalau kami prinsipnya semua pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta kami usulkan,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks