alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Lulusan SMA/SMK Penyumbang Terbesar Pengangguran

MATARAM-Jumlah pengangguran di Kota Mataram mencapai 14 ribu. Jumlah tersebut masih bisa bertambah tiap tahun. Sebab, lulusan SMA/SMK tiap tahunnya sekitar 7 ribuan.

“Data pengangguran tentu ada penyesuaian tiap tahunnya. Karena jumlah penggangguran terbanyak lulusan SMA/SMK,”  kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Martaram Hariadi, kemarin (11/9).

Ia tidak menyalahkan SMA/SMK yang membuka jurusan tidak sesuai kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di Kota Mataram. Karena menurutnya, saat ini sudah banyak sekolah yang membuka jurusan sesuai kebutuhan tenaga kerja di Kota Mataram.

Sebut saja, SMKN 2 Mataram membuka jurusan pemasaran, Usaha Perjalanan Parwisata (UPW), belum lagi SMKN 4 Mataram membuka jurusan pariwisata dan tata boga. “Kita hanya kekurangan DUDI,” ucap mantan Camat Mataram ini.

Kendati demikan, lanjut dia, saat ini banyak investor menanamkan modal di Kota Mataram. Seperti Hotel PP di Jalan Udayana, Hotel Waskita Realty depan Polda NTB  di Jalan Langko, dan Hotel Nindia Karya Jalan Majapahit depan Kantor Samsat. Hotel-hotel ini kata Hariadi, tentu membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. “Ini membutuhkan karyawan dalam jumlah besar,” terangnya.

Tak hanya hotel, namun juga pusat perbelanjaan di Kota Mataram juga sudah mulai dibangun. Di Jalan AA Gde Ngurah mulai beroperasi super market besar. “Kita ini kota jasa, dibutuhkan keterampilan,” imbuhnya.

Untuk menekan pengangguran, Hariadi terus mendorong, khususnya SMK lebih menggencarkan bursa kerja khusus (BKK). Sehingga, upaya menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan sangat dibutuhkan. Sehingga para lulusan bisa terserap. “Sebagian besar SMK di Kota Mataram sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan dari berbagai sektor melalui bursa kerja khusus (BKK). Ini tidak lain untuk menyerap lulusan SMK,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi warga. Sehingga nantinya sertifikat pelatihan itu bisa menunjang masyarakat ketika melamar kerja. “Kami juga kerap adakan job fair guna menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Anggota DPRD Kota Mataram Abdul Malik menyarankan untuk penyelenggaraan job fair tak hanya di jantung kota. Namun juga di pinggiran kota, sehingga mudah dijangkau dan tepat sasaran. “Setahu saya masyarakat yang jauh dari jantung kota tidak mengetahui kalau ada job fair,” ucapnya.

Dia mendorong agar Disnakertrans lebih aktif menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan. Bila perlu intens turun ke perusahaan di Kota Mataram. Sehingga nantinya tahu apa yang menjadi kebutuhan para perusahaan. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks