alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Ini Rencana Pemprov untuk TPA Rincung

MATARAM-Penolakan pembangunan TPA di Dusun Rincung, Desa Banyu Urip, Lombok Barat direspons Pemprov NTB. “Ada kesalahan prosedur,” kata Kepala Dinas LHK NTB H Madani Mukarom, kemarin (13/1).

Diakuinya, reaksi tersebut muncul karena pemerintah belum secara menyeluruh, melakukan sosialisasi. Khususnya di tiga desa yang akan menjadi lokasi TPA. “Desa Banyu Urip, Giri Tembesi dan Tempos,” paparnya.

Madani mengatakan, persoalan itu berawal saat tim melakukan pengukuran, November 2019 lalu. Seharusnya, selesaikan sosialisasi ke warga baru melangkah ke tahap berikutnya. “Selesai ngomong langsung ngukur-ngukur, bilang untuk TPA juga, jadi masyarakat mengira kami mau numpuk sampah, bukan begitu maksudnya,” terang Madani.

Ia menjelaskan, TPA di Dusun Rincung, rencananya akan dibuat sebagai pusat industrialisasi pengolahan sampah. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan mesin yang nantinya akan diolah menjadi pelet untuk bahan bakar PLTU Jeranjang.

Ia meminta, masyarakat jangan salah kaprah terhadap pembangunan TPA tersebut. Ini murni dilakukan hanya untuk kepentingan industrialisasi sampah. Bukan menumpuk sampah. Karena langsung pengolahan. Bahkan bisa menyerap tenaga kerja.

“Biar nggak berakhir di TPA saja,” kata Madani.

Kepala Desa Giri Tembesi Daharudin mengatakan, tetap menolak pembangunan TPA dalam bentuk atau istilah apapun. “Sebagai perwakilan warga, kami tidak setuju, sangat tidak setuju,” tegasnya.

Penolakan warga bukan tanpa alasan. Dampak utamanya mengenai persoalan lingkungan. Yang ditakutkan, rembesan-rembesan air dari sampah organik maupun anorganik mencemari air bersih warga.

“Kami punya mata air yang terus dijaga, karena itu untuk memenuhi kebutuhan saat musim kemarau, kalau ada ini (TPA), kami takut itu semua akan tercemar,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak wilayah lain yang bisa dibuatkan TPA. Bila dekat dengan permukiman warga, tentu saja ada penyakit yang diitimbulkan. “Kalau warga sudah kena penyakit, siapa yang mau bertanggung jawab,” tegas Daharudin.

Desa Giri Tembesi juga berencana akan mengembangkan pariwisata alam. “Kalau ada orang berkunjung, kemudian ada sampah, kan tidak elok, intinya kami tetap menolak,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks