alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Melihat Situs Brilian untuk Pariwisata Bikinan Pelajar SMKN 3 Mataram

Anak-anak NTB tidak pernah kehabisan ide. Mereka selalu jeli melihat peluang. Mendapatkan inspirasi dari mana saja. Tinggal di daerah pariwisata, membuat mereka menjadi lebih kreatif dan inovatif.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

==========================

RUANGAN itu cukup ramai. Semua orang sibuk di depan komputer masing-masing. Begitu serius, mempersiapkan bahan pelajaran, untuk disampaikan kepada anak-anak didiknya.

Koran ini sebenarnya ingin bertemu Christopher Michael Lauw. Dengar-dengar, pelajar kelas 11 Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 3 Mataram bersama tiga teman lainnya, sedang mengembangkan situs www.govisitlombok.id. Namun, belum beruntung, karena datang di saat jam belajar mengajar berlangsung.

Kemudian, berinisiatif bertemu dengan I Nengah Yasdwipura. Atau yang akrab disapa Pak Yas, seorang guru komputer sekaligus guru pembimbing Christopher Michael Lauw dan kawan-kawan.

“Oh mau bertemu ya, tetapi anak-anak masih belajar,” katanya sambil mempersilakan Koran ini duduk.

Tidak ingin membuat Koran ini lama menunggu, ia pun menjelaskan satu persatu. Apa yang tengah dikembangkan anak didiknya. Pembahasan kemudian mengarah ke apa yang sedang dilakukan Christopher Michael Lauw.

Ia mengatakan, pengembangan situs telah dimulai sejak Desember 2018 lalu. Terinspirasi dari perbedaan bahasa. Selalu menjadi kendala saat berkomunikasi. Terlebih, di daerah pariwisata seperti Lombok.

Banyaknya wisatawan yang datang berkunjung baik domestik maupun mancanegara, harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Baik saat berbelanja atau tersesat di daerah pedalaman. Sebab berbicara soal Lombok, tidak terpaku keindahan alam saja, bahasa daerah pun harus diperkenalkan.

Maka dari itu, Yasdwipura menjelaskan pengembangan situs akan menampilkan tiga bahasa. Bahasa Sasak, Inggris, dan Indonesia. Karenanya, keunggulan situs  www.govisitlombok.id, memberikan kemudahan bagi para wisatawan, untuk bisa mengakses kosa kata dalam bahasa Sasak.

“Nanti di dalam situs ataupun aplikasinya, ada kata-kata dalam bahasa Sasak yang bisa diucapkan, gak mungkin ya turis sibuk cari kamus, apalagi kamus Sasak sulit ditemukan,” tegasnya.

Sejauh ini, pengembangan situs  www.govisitlombok.id sudah mencapai 60 hingga 70 persen. Semuanya masih dalam tahap penyempurnaan. Yang menjadi kendala saat ini, masih berkutat pada input kosa kata bahasa Sasak. Sebab kamus yang ada di pusat bahasa, kosa kata yang diberikan bukan dalam bentuk soft file, tetapi dalam bentuk buku.

“Itu yang kami input satu per satu, dan kosa katanya lumayan. Kan harus diketik dan kosa kata yang masuk sudah lebih dari 100,” terang pria yang akrab disapa Pak Yas.

Selain bahasa, data soal pemandu wisata, hotel, restoran, alamat destinasi wisata juga masih dalam tahap penyempurnaan. Kendala lain yang dihadapi adalah soal keindahan destinasi wisata.

Pak Yas mencoba memberi saran agar tidak hanya menampilkan foto saja. Agar wisatawan lebih terkesan, maka harus menampilkan panorama 360.

“Kita mau ambil yang terkenal di Lombok, KEK Mandalika, Sembalun, Kawasan Gunung Rinjani, Suranadi, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Tidak hanya soal panorama, profil destinasi wisata juga akan ditampilkan. Misalnya, apa aja yang ada di Taman Narmada. Atau apa aja yang ada di Desa Adat Sade. Nanti semua akan dijelaskan di dalam situs itu.

Termasuk soal hunian, situs akan menunjukkan hotel mana yang kamarnya masih tersedia. Kemudian pusat oleh-oleh mana saja yang terkenal, memiliki makanan khas Lombok yang enak. Apalagi wisatawan sangat butuh informasi pusat kuliner. Juga ada informasi soal travel agent di Lombok.

“Pokoknya yang berhubungan dengan pariwisata,” kata Yas.

Ia mengakui, pekerjaan ini cukup berat. Karena masih banyak item-item yang harus disempurnakan. Belum lagi nanti ada pengembangan ke arah aplikasi. Namun pihaknya berusaha keras. Apalagi anak didiknya ditantang agar situs sekaligus aplikasi diluncurkan sebelum Hari Pendidikan Nasional 2019.

“Jadi April kita sudah buat semua ini sempurna, karena nanti akan didemokan di depan Pak Gubernur, rencananya seperti itu,” ujarnya.

Dengan banyaknya kendala yang ada, dirinya tetap memberikan semangat, dukungan, dan wejangan agar Christopher Michael Lauw dan kawan-kawannya tetap semangat menyelesaikan pengembangan situs www.govisitlombok.id.

Kalau ini berhasil, maka bukan tidak mungkin akan dikembangkan ke destinasi wisata di Sumbawa. Jadi www.govisitlomboksumbawa.id.

“Kita juga mengarah ke sana, tetapi yang ini kita sempurnakan dulu, mudah-mudahan sesuai rencana,” pungkasnya.(*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks