alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pemerintah Pusat Masih Ngutang Rp 55 M untuk Korban Gempa

MATARAM-Dana bantuan rumah rusak akibat gempa belum seluruhnya ditransfer oleh pemerintah pusat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat, jumlahnya cukup fantastis. Yakni Rp 55 miliar.

Dana itu khusus untuk rumah rusak sedang dan ringan. “Sekarang ini tidak ada uang di rekening BPBD,” kata Sekretaris BPBD Kota Mataram Akhmad Muzaki Muhlis, kemarin.

Diungkapkan, saat ini pengerjaan rumah rusak akibat gempa dipercepat. Di Kota Mataram ada 40 fasilitator mendampingi warga dalam membangun rumah.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendapat 78 fasilitator dari pihak pemprov dalam membantu warga membangun rumah.

Muzaki menjelaskan, total keselurahan dana untuk bantuan rumah rusak berat, sedang, dan ringan yang ditranfer Rp 216 miliar. Untuk rumah rusak kategori sedang yang sudah ditransfer Rp 50 miliar untuk 2.777 penerima. “Dari jumlah ini, ada 764 warga yang belum menerima,” tuturnya.

Sementara untuk rumah rusak kategori ringan yang sudah ditransfer Rp 34 miliar dengan 3.604 penerima. Untuk penerima bantuan rumah rusak kategori ringan sekitar 8 ribu orang. “Makanya sisanya itu akan kita usulkan agar segera ditransfer,” tuturnya.

Sementara untuk rumah rusak kategori berat, lanjut dia, sudah ditransfer semua. “Saat ini warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan berlomba-lomba membuat kelompok masyarakat (pokmas),” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam mengklaim, hampir semua warga penerima bantuan rumah rusak sedang dan ringan sudah membuat kelompok masyarakat (pokmas). Bahkan warga sudah mulai diberikan arahan oleh fasilitator terkait pembuatan rencana anggaran biaya (RAB) guna  bisa mencairkan bantuan tersebut. “Kalau bisa, dana dicairkan secdepatnya,” harapnya.

Kemal pun terus memantau perkembangan penyaluran dana untuk bantuan rumah rusak berat dan ringan di Kota Mataram ini. Ia juga kerap turun ke lapangan untuk meminta warga bisa mencairkan uang itu secepatnya dengan membuat RAB.

“Kami juga sudah meminta fasilitator agar memdampingi warga membuat RAB,” tukasnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks