alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pemprov Masih Berat Ceraikan GTI

MATARAM-Pemprov belum berani memutus kontrak PT Gili Trawangan Indah (GTI). Berdalih tidak ingin mengganggu iklim investasi, pemerintah belum memberi kepastian. ”Tim meminta sehari lagi untuk berjumpa dengan masyarakat dan asosiasi,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Kamis (13/2).

Sehari sebelumnya, tim yang dibentuk pemprov menggelar pertemuan di Hotel Lombok Astoria. Pertemuan itu dipimpin langsung gubernur. Hadir juga Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, Sekda H Lalu Gita Ariadi, Bupati KLU H Najmul Akhyar, tim aset daerah, kejaksaan, polisi dan TNI. ”Semalam belum ada keputusan,” katanya.

Setelah mendengar pendapat banyak pihak, berikutnya tim akan mengundang masyarakat dan asosiasi pengusaha di sana. ”Sehingga tim mendapat masukan lengkap,” katanya.

Sebelumnya, tim juga sudah bertemu dengan manajemen PT GTI. ”Tinggal masyarakat dan asosiasi yang belum,” katanya.

Salah satu persoalannya, kata Zul, warga menduduki lahan tersebut sehingga investor tidak bisa berbuat apa-apa. ”Itulah kenapa kita ingin mendengar para tokoh yang ada di sana,” kata dia.

Terkait kemungkinan diserahkan ke Kejati NTB, Zul mengaku belum mengarah ke sana. ”Nanti kita lihat,” ujarnya.

Hingga kini, lahan 65 hektare (ha) yang dikelola PT GTI masih dikuasi masyarakat. Warga dan pengusaha lokal membangun berbagai fasilitas pariwisata, mulai dari penginapan, restoran dan lainnya. Ratusan miliar potensi pendapatan daerah hilang dari aset senilai Rp 2,3 triliun itu.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB H Muhammad Rum menjelaskan, setelah rapat dengan tim lengkap, mereka akan menggali informasi lebih dalam. ”Kita tidak ingin ada kegaduhan, tapi ada win-win solution,” ujar Rum.

Menurut bupati KLU dalam rapat itu, masyarakat Gili Trawangan menginginkan pengelolaan lahan diberikan kepada mereka. ”Mereka itu masyarakat, pengusaha lokal, bahkan ada juga dari luar yang bekerja sama dengan masyarakat,” katanya.

Karena itu, hingga saat ini pemprov belum berani memutuskan, apakah kontrak kerja sama GTI dilanjutkan atau tidak. ”In syaa Allah satu dua hari ini ada jawabannya,” kata Rum.

Tahapan itu ditempuh pemprov sebagai bentuk kehati-hatian. Sebab, secara hukum yang berhak terhadap HGU adalah PT GTI. Karenanya, pemerintah tidak bisa mengambil keputusan sepihak. ”Ada proses-proses yang harus kita lakukan,” katanya.

Pemprov telah menegur PT GTI dan dimintai keterangan. Jika semua proses dilalui, ternyata pengusaha tidak ada aksi di lapangan, sikap akan diambil.  ”Ya sudah, kita akan melakukan pemutusan,” tegasnya.

Dari kajian hukum, kontrak itu batal demi hukum, namun satu pandangan tidak cukup memutuskan masalah PT GTI. Di dalam tim, ada pihak kepolisian dan pihak lainnya yang juga perlu didengar. ”Apapun hasil kajian tim nanti akan disampaikan ke bapak gubernur,” katanya.

Sikap hati-hati pemprov, kata Rum, bukan berarti ragu-ragu. Bukan pula takut digugat. Justru langkah itu untuk mengantisipasi bila ada gugatan, pemprov punya backup yang kuat. ”Kalau semberono habis kita, gampang sekali kita digugat,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks