alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pelayanan Satu Lokasi Untuk Percepat Perbaikan Rumah Rusak Berat

MATARAM-Persoalan koordinasi hingga administrasi masih menghambat percepatan pembangunan rumah tahan gempa. Karena itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta komando langsung diserahkan ke daerah. Agar persoalan teknis bisa langsung dituntaskan dengan cepat.

          Gubernur Zul menjelaskan, saat ini ada dua jenis fasilitator, yakni fasilitator Rekompak di bawah Kementerian PUPR dan fasilitator rumah rusak sedang dan ringan di bawah komando TNI dan BPBD NTB. Mereka belum nyambung dalam hal-hal teknis di lapangan. ”Chemistry-nya belum sinkron. Biasalah,” kata Gubernur Zul.

          Sehari sebelumnya, di STIP Banyumulek, Lombok Barat, Gubernur menggelar rapat koordinasi penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa. Rapat tersebut dihadiri juga Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum, Kadis Perumahan dan Permukiman NTB I Gusti Bagus Sugihartha, serta para pengusaha dan aplikator.

Saat ini kata Gubernur, Fasilitator Rekompak milik PUPR lebih mendengar arahan PUPR dibandingkan TNI dan BPBD. Hal itu sebenarnya wajar, tapi sekarang menjadi faktor penghambat, karena itu tidak bisa dibiarkan. Persoalan tersebut akan dia bicarakannya dengan Kementerian PUPR agar klir. ”Kalau bisa komandannya satu saja fasilitator itu,” tegasnya.

Gubernur Zul mengusulkan komando diserahkan langsung ke Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. Sehingga semua fasilitator bekerja di bawah satu kendali, ketika ada kendala di lapangan tim bisa langsung diselesaikan. Dengan begitu rumah warga cepat dibangun. Saat itu juga Zul menelpon Kepala BNPB Doni Monardo dan menyampaikan hal itu. ”Saya kira PU tidak akan mempermasalahkan, mereka dengan senang hati dikoordinasikan,” katanya.

Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, progres pembagunan rumah rusak berat sudah banyak mengalami perubahan dibandingkan kondisi awal. Hanya saja pemerintah ingin lebih cepat lagi. Karena itu, sejumlah persoalan yang menghambat coba diselesaikan bersama. Salah satunya adalah fasilitator di lapangan yang pemahamannya belum seragam. ”Ini mau kita benerin,” tegasnya.

Bila berada di bawah satu komando, pembangunan rumah bisa lebih cepat. Ia mencontoh perbaikan rumah rusak sedang dan ringan dalam sebulan sudah banyak rumah mampu dikerjakan. Tim fasilitator yang terdiri dari anggota TNI dan sipil sangat kompak.

Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum menyebutkan, jumlah fasilitator Rekompak 1.351 orang fasilitator. Mereka selama ini sudah cukup membantu mempercepat pembangunan rumah tahan gempa.

Hanya saja, ia ingin semua fasilitator, tanpa terkecuali mendengarkan apa yang menjadi kebijakan daerah. Misalnya, rekomendasi rumah tahan gempa sudah diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Pemda. Tetapi setelah dikeluarkan rekomendasi fasilitator Rekompak menolak rekomendasi tersebut. ”Itu tolong didengarkan apalagi pemerintah daerah yang langsung bertanggung jawab terhadap hal ini,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk mempercepat pembangunan rumah, dalam waktu dekat akan dibuka pelayanan satu lokasi. Di sana akan mempertemukan pengusaha pembuat rumah dengan Pokmas, PPK dan BRI. Mereka bisa langsung tanda tangan kontrak di tempat. ”Kita buka di semua lokasi, tertuma KLU dan Lombok Timur yang paling parah,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah rumah yang terbangun 14.147 unit rumah, yang sudah selesai dikerjakan 1.349 unit rumah, dan dalam proses pembangunan 12.798 unit. Sementara rumah rusak ringan dan sedang yang sudah terbangun 4.723 unit sudah selesai dikerjakan, dalam proses perbaikan 19.499 unit rumah, dan 54.558 unit dalam tahap perencanaan. (ili/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks