alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Penderita DBD Tembus 237 Orang

MATARAM-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram terus meningkat. Puncaknya pada Maret ini kasus DBD mengalami peningkatan. Terhitung pada 9 Maret, sebanyak 237 warga  diduga terkena DBD. Namun yang dinyatakan positif 177 orang.

“Yang lainnya masih diduga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi, kemarin (13/3).

Menurutnya, sesuai dengan teori, Maret ini akan menjadi puncak orang terserang DBD. Dimana, pergantian musim dari hujan ke kemarau ini akan membuat nyamuk aedes aegepty mudah berkembang biak. Oleh sebab itu, ia menyarankan warga melakukan pemberatasan sarang nyamuk (PSN). Caranya, membersihkan halaman rumah, bak mandi, genangan, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Usman mengapresiasi Kelurahan Rembiga dan Puskesmas Selaparang yang tidak mau melakukan fogging. Kelurahan Rembiga memilih melakukan PSN dari pada fogging. Di mana, fogging ini asapnya cukup membahayakan bagi kesehatan. Disamping itu juga akan membuat pencemaran lingkungan.

“Namanya bahan kimia, pasti ada dampak kesehatannya,” sebutnya.

Menurutnya, fogging ini tidak akan menyelesaikan masalah. Fogging ini hanya akan membunuh nyamuk dewasa saja. Sementara jentik nyamuk tetap berkembang biak. Jadi, ia lebih memilih PSN dari pada fogging.

Sebelumnya, guna menekan kasus DBD di Kota Mataram, pihaknya melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, pemberian bubuk abate kepada warga untuk ditaruh pada wadah penampungan air guna mencegah adanya jentik nyamuk.

Sementara untuk fogging tetap dilakukan di wilayah yang sudah ada kasus positif DBD. “PSN paling efektif karena mampu memusnahkan jentik nyamuk. Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa,” urainya.

Terpisah, salah  akademisi  dr Hamsu Kadriyan mengatakan, demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akut yang disebabkan virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia. Serta ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau albopictus betina yang terinfeksi.

Gejala DBD, biasanya diawali dengan demam, nyeri otot, dan sendi. Terdapat bintik atau ruam merah dikulit disertai mual dan nyeri ulu hati. “Kita harus aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk agar lingkungan bebas dari jentik nyamuk,” saran pria yang juga menjabat  senagai dekan Fakultas Kedokteran Unram ini.

Guna mencegah wabah DBD, warga bisa menguras tampungan air dan memelihara tanaman yang efektif mengusir nyamuk. Serta membuat atau perangkap untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Menurutnya, peningkatan curah hujan dan perubahan iklim seperti sekarang ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan nyamuk yang dapat menularkan virus dengeu dan menyebabkan penyakit DBD. Ia meminta warga agar segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit jika mengalami demam tinggi lima hingga tujuh hari.

“Kalau demam lebih dari lima hari lebih baik ke puskesmas langsung,” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks