alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Penjualan Hasil Laut Masih Menggunakan Cara Konvensional

MATARAM-Pengolahan hasil laut seperti ikan tongkol harusnya tidak berakhir pada proses pemindangan atau  menjadi ikan bakar. Tetapi bisa diolah menjadi abon atau nugget ikan, agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sayangnya, menjual dengan cara konvensional dinilai lebih laku. Meskipun hasilnya lebih sedikit. “Kita sudah kemas dalam bentuk abon, tetapi kalau nggak ada label, kita susah melakukan pemasaran,” kata Inak Enjun, salah satu istri nelayan di Pantai Tanjung Karang.

Menurutnya, pendampingan dari berbagai pihak, dalam mengelola hasil laut melalui pemberdayaan istri nelayan, sudah sering dilakukan. Tapi semua sebatas pengolahan. Sementara cara memasarkan hasil olahan itu, belum pernah ia dapatkan.

“Kekurangannya masih berkutat di situ. Mau masukkan ke pusat perbelanjaan atau di komplek, ya nggak bisa karena nggak ada label. Kami berharap pemerintah bisa mengajari kami soal ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini meminta istri-istri nelayan mengkomunasikan masalah ini dengan pembina atau penyuluh DKP Kota Mataram yang ada di lingkungan masing-masing. Atau bisa langsung ke kantor DKP Kota Mataram.

“Bisa bicara ke penyuluh atau langsung datang ke kantor, kita juga ada pembinaan secara swadaya. Karena kita juga pendamping terkait pemasaran hasil olahan ini,” kata Sujihartini.

Dijelaskan, sejauh ini, program pemberdayaan istri nelayan melalui pelatihan pengolahan hasil laut, sampai dengan pemasaran agar menghasilkan produk yang berkualitas, masih menjadi salah satu program utama DKP Kota Mataram.

“Yang selama ini dia sangat tergantung dari suaminya, sekarang mereka bisa punya usaha sendiri. Sehingga, walaupun cuaca buruk dan suami tidak melaut, mereka tetap punya penghasilan,” tegasnya.

Dalam hal pemasaran produk, ia rasa para istri nelayan di Kota Mataram tidak perlu khawatir. Sebab DKP Kota Mataram telah bekerja sama dengan UKM Ares. Salah satu UKM binaan untuk bidang pemasaran hasil olahan laut. Sehingga hasil produksi bisa diarahkan ke sana agar bisa dipasarkan.

“Jadi kita akan bina berkaitan dengan kemasan dan labelnya. Tentu sesuai dengan standar binaan kami,” tutupnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)
Enable Notifications    Ok No thanks