alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

RSUD Kota Mataram Siapkan Tenaga Medis Sambut MotoGP 2021

MATARAM-RSUD Kota Mataram siap mendukung MotoGP 2021 yang akan digelar di lintasan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Tenaga medis di RSUD, entah itu perawat maupun dokter siap turun  membantu. Baik untuk rider maupun penonton.

“RSUD Kota Mataram bisa diandalkan membantu dalam bidang kesehatan pada MotoGP 2021 nantinya. Rumah sakit ini nantinya bisa berstandar internasional,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pada peluncuran program public safety center (PSC) RSUD Kota Mataram, kemarin (13/3).

RSUD Kota Mataram akan menerapkan medical tourism. Rumah sakit diharapkan akan masuk memberikan pelayanan kepada pembalap atau mekanik moto GP. Kini kata dia, rumah sakit ini kembali meluncurkan program PSC. Program tidak main-main. Sebab, PSC sudah dilengkapi gedung dan fasilitas penunjang lainnya.

“Pelayanan ini dibuka 24 jam,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Program PSC diluncurkan RSUD Kota Mataram  bekerja sama dengan pihak kepolisan, Dinas Pemadam Kebakaran, Jasa Raharja, dan berbagai instansi lainnya. Pada gempa Agustus 2018 lalu kata Ahyar, rumah sakit sempat mengalami kerusakan. Namun karena ada bantuan dari pemerintah langsung dikerjakan dengan baik.

Ahyar juga cukup gerah dengan sikap Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang telat datang. Sejatinya, peluncuran program PSC akan dimulai pukul 10.00 Wita, namun malah molor sampai pukul 13. 00 Wita.

Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra mengatakan, pihaknya meluncurkan layanan tanggap darurat public safety center (PCS) 119. Kehadiran layanan PSC 119 ini yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis.

Menurutnya, peluncuran layanan PSC 119 ini karena pelayanan kesehatan merupakan pemerintah untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan.

“Dengan adanya nomor pelayanan kesehatan ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayan ambulans dan tenaga medis saat berada kondisi gawat darurat. Apa yang kita lakukan ini dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Pelayanan ini juga berlaku untuk para wisatawan mancanegara. Sebagai daerah pariwisata, ia ingin memberikan pelayanan kepada turis. Bahkan pihaknya juga menyiapkan alat tranportasi berupa speedboat dan pesawat. “Kita menyiapkan ini semua bagi pasien,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, RSUD Kota Matram ini menjadi rumah sakit rujukan di NTB. Pasien yang tidak bisa ditangani di kabupaten/kota lainnya akan dibawa ke RSUD Kota Mataram. Begitu juga dengan bantuan yang diberikan pemerintah pusat pascagempa dikerjakan dengan baik.

Kini, kata Nila, RSUD Kota Mataram meluncurkan program PSC 119. Jadi, sebelum pasien datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit sudah bergerak menangani pasien di lokasi kejadian atau rumah.

“Ini satu-satunya RSUD yang menyiapkan pesawat dalam perawatan. Meski kerja sama dengan pihak lain,” sebutnya.

Nila juga akan meminta video film terkait RSUD Kota Mataram dalam progran PSC 119. Program ini katanya sangat bagus dan nantinya bisa ditiru rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Kami sangat bangga dengan kemajuan Kota Mataram,” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks