alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Warga Datang Rombongan Berburu Barang Lelangan di Giant

Giant Ekstra Gegutu tengah menjadi buah bibir warga Kota Mataram. Salah satu supermarket besar di Kota Mataram itu, pada 1 April mendatang akan gulung tikar. Agar tidak ada barang yang tersisa, pihak manajemen perusahaan mulai melelangnya.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

===========================

Suasana ramai begitu terasa. Tua dan muda, pria dan wanita, sibuk memilih barang apa saja yang akan dibeli. Pemandangan itu sekarang ini terjadi di gerai Giant Ekstra Gegutu. Maklum saja, toko itu sedang menggelar diskon sampai besar besarang menjelang hari penutupannya pada 1 April mendatang.

Keadaan ini ternyata mampu menyedot animo masyarakat Kota Mataram. Ingin memburu barang murah.

Koran ini berhasil menemui Ibu Ari, di sela-sela kesibukannya memilih barang. Saat itu ia sedang memilih handuk. Bolak balik, melihat corak, ukuran hingga ke bagian paling penting. Banderol harga. Tampak wajahnya semringah, ternyata warga Gebang ini berhasil mendapatkan harga barang yang sesuai dengan kantongnya.

“Lumayan diskon sampai 30 persen,” katanya.

Dirinya beralih ke perabotan rumah tangga, memilih dan memilah mana yang sesuai dengan harga yang diinginkan. Sampai kemudian ke rak pakaian hingga bahan-bahan dapur. Sebagai seorang ibu rumah tangga, cuci gudang merupakan hal yang paling ditunggu, karena diskon besar-besaran yang harus dimanfaatkan.

“Makanya pas ada info cuci gudang, saya harus datang,” terang Ari.

Ia mendengar kabar Giant Ekstra Gegutu melakukan cuci gudang, dari para tetangganya. Rupanya, kabar itu tengah berhembus kencang dikalangan ibu-ibu. Setelah itu, ia mulai menyusun rencana bersama beberapa teman-temannya, untuk berburu barang diskonan di toko ritel modern itu.

“Senang aja sih kita dapat harga murah, ini saya datang bareng rombongan,” tegasnya.

Benar saja. Ibu-ibu yang ikut dalam rombongan wanita 42 tahun ini ada enam orang, belum lagi yang sedang menyusul, yang katanya sedang dalam perjalanan menuju Giant Ekstra Gegutu.

“Ini kami lagi tunggu mereka juga, biar sama-sama pilih barang,” jelasnya.

Koran ini mencoba menggali lagi. Tanggapan pengunjung tentang penutupan ritel modern itu? Tak disangka Ari menjawab, sebenarnya sangat disayangkan bahwa keputusan yang diambil manajemen berakhir pada penutupan toko. Yang sangat ia kasihani adalah para karyawan yang kena PHK.

“Kasihan kan, karyawannya yang sekarang ada penghasilan eh malah gak ada, belum lagi yang kerja di sini menjadikan ini sebagai penghasilan utama, kasihan ya,” mirisnya.

Menurutnya, itu memang sudah menjadi sebuah konsekuensi. Ibarat hidup, Ari mengatakan ada awal pasti ada akhir. Namun, sebagai warga yang tidak tahu seluk beluk permasalahan manajemen, tindakan perusahaan juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Mungkin ada alasan karena daya beli masyarakat turun sehingga ada kerugian besar. Semuanya tidak ada yang tahu.

“Ya mau gimana lagi, orang jualan pasti ingin untung, kalau yang ada rugi terus ya bahaya juga, yang terbaiklah buat semua pihak,” tutupnya sambil pamit melanjutkan belanja.

Disisi lain, ada Ibu Lia. Seorang warga Sandik, Kabupaten Lombok Barat juga turut menjajal diskon cuci gudang Giant Ekstra Gegutu. Ia datang bersama keluarga, untuk membeli beberapa perabot rumah tangga.

Sama dengan Ari, Lia pun mengetahui adanya cuci gudang ini dari para tetangganya. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dirinya langsung datang untuk berburu barang-barang dengan potongan harga itu. Saat berbincang dengan Koran ini, Lia sedang asyik memilih barang.

“Sudah ramai ini dibicarain sama tetangga saya, penasaran kan apa benar ya udah hari ini saya datang, Alhamdulillah ada yang harganya murah,” tegasnya.

Lia sendiri jarang sekali pergi ke toko yang sedang cuci gudang. Tetapi entah mengapa saat ada kabar Giant Gegutu Ekstra, rasanya apa yang ingin dia beli selama ini, sebentar lagi akan dia miliki.

Terlepas dari itu semua, ia juga menyayangkan jika toko ritel sebesar ini harus gulung tikar. “Karena jadi berkurang deh pilihan kita mau belanja dimana,” pungkasnya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Senggigi Telah Kembali”

JUDUL ini meminjam quote dari pegiat pariwisata hebat milik Nusa Tenggara Barat bernama Taufan Rahmadi. Beliau ini mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Saya membaca quote ini sebagai caption sebuah foto indah miliknya di akun media sosial miliknya. Foto itumenjabarkan keindahan matahari terbenam (sunset) di Pantai Senggigi.

Langgar Protokol Kesehatan, Kandidat Bupati Wali Kota Bisa Dipidana

MATARAM-Semua bakal pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB, mendeklarasikan komitmen dan kesiapan mereka mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada. Mereka pun siap menerima sanksi administratif ataupun pidana yang diatur undang-undang.

Empat Hari Razia di NTB, Pelanggar Protokol Korona Capai 1.222 Orang

BARU empat hari operasi yustisi oleh tim gabungan, warga yang terjaring razia masker sudah mencapai 1.222 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya 1.292 orang masyarakat umum.

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks