alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Semua ODP Korona di Kota Mataram Akan Jalani Rapid Test

MATARAM-Semua yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) akan di rapid test. “Kalau dengan isolasi mandiri mana kita tahu ada gejala atau tidak. Jika mereka positif tentu akan menularkan ke orang terdekatnya,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra, kemarin.

Diungkapkan, sejauh ini ODP melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun tidak jarang mereka keluar rumah. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka sangat membahayakan. “ODP harus dilakukan rapid test,” tegas pria yang akrab disapa Dokter Jack itu.

Dikatakan, jumlah ODP di Kota Mataram cukup banyak. Yakni 346 orang dengan rincian 284 orang selesai dalam pemantauan dan 62 orang masih dalam pemantauan. Meski begitu, Dokter Jack tidak menjamin ODP yang selesai dalam pemantauan benar-benar tidak ada gejala.

Jadi, jika ingin maksimal, maka ODP ini harus dilakukan rapid test. “Kalau hasilnya reaktif (positif) kita naikkan menjadi PDP,” cetusnya.

Dokter Jack ingin warga berstatus ODP didata dengan benar. Karena dari merekalah, potensi penularan virus Korona. Beda dengan PDP yang sudah jelas-jelas di karantina di Wisma Nusantara. Mereka tidak bisa keluar.

“Jadi sekali lagi, jika ingin meminimalisir penyebaran Covid-19 maka ODP harus dilakukan rapid test,” tegasnya.

Dia membeberkan, jika yang sakit-sakit ini di karantina, maka ia yakin di luar akan aman. Namun sebaliknya, jika ODP masih saja berkeliaran, maka ia meyakini pasien positif Korona akan terus bertambah. “Kita tidak tahu ODP yang berkeliaran positif atau tidak,” ucapnya.

Diungkapkan, jika reagen (alat pemeriksa Korona) sudah ada di Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram) maka pasien PDP tidak perlu menunggu lama hasil Swab. Bisa saja dalam sehari 20 PDP di Swab langsung.

Terpisah, Camat Cakranegara M Erwan mengatakan, data ODP sudah ada di kecamatan. Rinciannya, ada di tiap-tiap kelurahan. “Jika ada ODP maka diminta isolasi mandiri sesuai imbauan pemerintah,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihak kecamatan bekerja sama dengan pihak kepolisian melakukan patroli di wilayah Cakranegara. Jika ditemukan ada kerumunan atau keramaian maka pihaknya akan membubarkan. “Setiap Sabtu malam kita patroli,” tukasnya.

Satpol PP Bubarkan Kerumunan

Sementara itu, Satpol PP Kota Mataram juga terus melakukan patroli. Mereka meminta masyarakat menjauhi tempat-tempat keramaian. Sabtu (11/4) lalu misalnya. Petugas melakukan patroli di Jalan Bung Hatta atau tepatnya di depan eks supermarket Giant Gegutu.

Di tempat ini, PKL dan warga banyak yang masih pagah atau tidak menghiraukan imbauan pemerintah. “Kita terima laporan dari masyarakat tempat ini banyak dimanfaatkan warga untuk berkumpul,” kata Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe.

Kegiatan patroli ini mangcu pada surat edaran wali kota dan gubernur. Terkait pembatasan tempat keramaian.

Sesuai surat edaran tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat yang berkumpul untuk pulang. “Ini kami lakukan agar penyebaran Korona dapat ditekan,” ucapnya.

Jika sudah diimbau namun tetap pagah, kata dia, pihaknya tidak segan-segan dibawa ke markas Satpol PP untuk diproses lebih lanjut. “Kami ingin imbauan pemerintah dijalankan. Tidak boleh keluar rumah jika tidak ada yang penting,” tuturnya.

Pihaknya juga tetap melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk melakukan patroli. Sebagai penguasa wilayah, kata dia, tentu pihak kecamatan yang paling tahu tempat-tempat keramaian.

Terpisah, Camat Sandubaya Saharudin sudah meminta pemilik kafe untuk tutup. Dalam situasi ini, ia tidak ingin ada warga atau pengusaha menciptakan keramaian.

Tak hanya itu, dalam meminimalisir penyebaran Covid-19, ia juga sudah meminta para lurah untuk melaporkan jika ada warga yang datang dari luar daerah. “Kita akan minta tenaga medis untuk periksa,” tukasnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks