alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Gara-gara Korona, Tahun Ini Perayaan Lebaran Topat di Mataram Ditiadakan

MATARAM-Pemkot Mataram bakal memperketat penjagaan menjelang perayaan lebaran topat. ”Kalau perlu kita tutup akses pintu masuk menjelang dan selama lebaran topat itu,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Perayaan lebaran topat biasanya dimulai satu pekan setelah hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Lombok. Mencerminkan nilai kebudayaan, agama, dan adat istiadat.

Biasanya, lebaran topat diisi dengan berziarah ke makam-makam keramat. Kemudian berwisata ke sejumlah pantai. Nyaris di seluruh destinasi akan ramai dikunjungi warga. Tak terkecuali di Kota Mataram.

Ada dua makam yang biasanya didatangi warga ketika lebaran topat. Loang Baloq dan Bintaro. Mereka yang datang bukan saja asal Mataram, tapi dari warga luar kota. Berbondong-bondong menggunakan kendaraan.

Selanjutnya warga akan mendatangi destinasi alam di Kota Mataram. Pantai di Ampenan hingga Kecamatan Sekarbela bisa dipastikan akan ramai dikunjungi warga.

Ahyar mengatakan, tradisi lebaran topat sulit untuk dilakukan pada tahun ini. Penyebabnya tentu karena adanya pandemi Covid-19. ”Lebaran topat itu pasti ramai masyarakat. Kita hindari kerumunan seperti itu,” tuturnya.

Tempat tujuan wisata saat lebaran topat, dipastikan Ahyar akan ditutup. Lebih ekstrem lagi, Pemkot Mataram bisa saja menutup akses masuk menuju kota, tiga atau empat hari. Selama rentang waktu perayaan lebaran topat. Langkah tersebut guna menekan arus masuk warga dari luar kota.

”Tapi kita kaji lagi soal penutupan itu seperti apa. Yang pasti, destinasi akan tetap ditutup ya. Ada petugas yang akan berjaga di sana,” ujar Ahyar.

Selain perayaan yang dilakukan masyarakat. setiap tahun pemkot juga mengadakan tradisi serupa. Merayakan lebaran topat. Di Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela dan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Perayaan diawali dengan ziarah makam. Kemudian selakaran, zikir, doa, hingga ngurisan. Telah itu, di kedua lokasi tersebut, wali kota dan wakil wali kota akan memotong topat agung sebagai simbol adat, dimulainya lebaran topat.

Ahyar mengatakan, pemkot dipastikan tidak akan melakukan perayaan tersebut. ”Tidak ada juga acara dari pemkot,” ucapnya.

Kebijakan ini akan diteruskan ke bawah. Agar camat maupun lurah bisa menyosialisasikan kepada masyarakat. Bahwa ada pembatasan untuk kegiatan lebaran topat di luar rumah. ”Masyarakat masih bisa tetap merayakan. Tapi dari rumah masing-masing,” tandas Ahyar.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, pemkot tak ingin terjadi kerumunan masyarakat ketika perayaan lebaran topat. Yang artinya, bisa melanggar mengenai aturan physical distancing.

Kebijakan ini diharapkan bisa didukung masyarakat. Juga kebijakan-kebijakan lain dari pemerintah. Guna mempercepat hilangnya pandemi virus Korona dari Kota Mataram. ”Kita sama-sama saling mendukung. Bersama-sama melewati situasi ini,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks