alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Rawan Kejahatan, Dewan Minta Pemkot Mataram Nyalakan Lampu Penerang Jalan

MATARAM-Kebijakan Pemerintah Kota Mataram padamkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak berhasil mengurangi transmisi lokal Pandemi Covid-19. Faktanya kasus positif korona terus meningkat di ibu kota. Tidak hanya orang tua yang terkena tetapi anak kecil pun ikut positif.

Sejumlah anggota dewan pun meminta pemkot mengevaluasi lagi kebijakan memadamkan lampu PJU. “Sebaiknya jam malam tidak ditandai dengan pemadaman lampu,” kritik politisi Partai Golkar Rino Rinaldi, kemarin (13/5).

Bukannya berhasil cegah penyebaran pandemi, pemadaman JPU malah menambah persoalan baru. Salah satunya aksi kriminalitas  meningkat di ibu kota. “Keadaan gelap hanya memancing kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan, perkumpulan (dan rencana) jahat lebih banyak di kegelapan,” cetusnya.

Menyalakan lampu PJU juga akan memudahkan kerja petugas keamanan menggelar patroli. “Pengawasan lebih pada action petugas (membubarkan keramaian)” ulasnya.

Menyalakan JPU memang berpotensi pancing kerumuman warga. Terutama tongkrongan anak-anak muda. Tetapi itu bisa diatasi dengan menambah jumlah personil patroli. “Tidak hanya satpol PP tetapi aparat gabungan TNI dan polisi,” ulas Anggota DPRD Kota Mataram itu.

Rino sempat mendengar bila Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana pernah meminta lampu PJU kembali dinyalakan. Tetapi dia heran mengapa permintaan itu belum dilaksanakan OPD teknis. “Itu sudah beberapa minggu yang lalu (diminta Mohan untuk dinyalakan)” ulasnya.

Pemerintah juga tidak perlu egois apalagi gengsi mengoreksi kebijakan yang kurang tepat. “Ndak perlu malu mengakui kesalahan,” ujarnya.

Pemadaman lampu terbukti tidak berhasil mencegah transmisi lokal. Apalagi pada siang hari masih memungkinkan untuk kumpul-kumpul dan beraktivitas lalu-lalang seperti biasa. “Covid itu tidur saat manusia tidur dan bangun saat manusia beraktivitas,” pungkasnya.

Ismul Hidayat, anggota DPRD Kota Mataram lainnya menyampaikan kritikan serupa. “Memadamkan lampu kurang tepat,” katanya.

Seharusnya jam malam diberlakukan dengan meningkatkan patroli aparat keamanan. “Mengawal edaran social distancing yang dibuat Satgas covid-19 Kota Mataram,” ulas politisi PKS itu.

Alih-alih menghindari kerumunan, pada sore hari kerumuman warga masih terlihat padat. “Bahkan malam hari (sekalipun dipadamkan) masih ada, pemkot harus evaluasi dong kebijakannya,” pintanya. (zad/r2).

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks