alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Tersangka Penganiaya Polisi Meninggal di Sumbawa

MATARAM-Daftar pencarian orang berinisial SH alias Bim berhasil ditangkap. Pelaku yang menganiaya Ipda Uji Siswanto hingga meninggal dunia itu juga dinyatakan meninggal dunia, dini hari, kemarin (13/7). ”Ya, meninggalnya setelah dirawat intensif di rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa (13/7).

Saat penangkapan polisi menembak kaki Bim dan dilarikan ke rumah sakit. Namun Artanto mengklaim upaya tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia menyebut  tindakan itu diambil karena pelaku melawan dan membahayakan petugas.

”Kondisi itu tentu mengancam anggota,” ujarnya.

Menurut Artanto pihaknya sudah memberikan tembakan peringatan. Namun, tak juga diindahkan. Bahkan, mau menyerang polisi. ”Makanya anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” ungkapnya.

Artanto menegaskan, pada prinsipnya, pihak kepolisian sudah melakukan upaya penyelamatan terhadap tersangka sesuai prosedur yang ada. Setelah ditembak, Bim langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. ”Sudah mendapatkan perawatan kok,” ujarnya.

Terkait dengan kabar meninggalnya, Artanto mengatakan bahwa Polres Sumbawa sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga dan menjelaskan situasi penangkapan hingga perawatan medisnya di rumah sakit. ”Saya belum tahu persis, penyebab kematiannya. Karena yang berhak menyampaikan itu adalah tim medis,” kata dia.

Sampai sejauh ini, belum diketahui motif SH menganiaya Ipda Uji Siswanto. Karena, belum sempat diperiksa. ”Pelakunya kan meninggal dunia,” jelasnya.

Yang pasti, peristiwa itu berawal setelah Ipda Uji Siswanto berupaya mendamaikan pertikaian Bim dengan seorang warga bernama Agus di Desa Stowe Brang, Utan, Sumbawa, Jumat (10/7) lalu. Selanjutnya sekitar 10.00 Wita, Ipda U Siswanto berencana pulang ke rumah mertuanya di Desa Tengah.

Sesampainya di simpang empat Desa Tengah, tiba-tiba korban diserang dalam posisi masih mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba Bim menyerangnya menggunakan sebuah pisau. Serangan itu mengenai beberapa bagian tubuh anggota polisi.

Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Utan untuk penanganan awal. Namun, luka korban cukup parah. Anggota polisi menderita luka sayatan di pipi, belakang telinga, punggung, dan kaki.

Selanjutnya, dirujuk Ke RSUD Sumbawa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun,  korban tidak bisa terselamatkan. Meninggalnya diperjalanan saat dibawa ke RSUD Sumbawa. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks