alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Tidak Disiplin, Wali Kota Mataram Ancam Tutup 19 Pasar Tradisional

MATARAM-Tak ada toleransi lagi. Protokol covid di 19 pasar tradisional menjadi harga mati. ”Kalau tidak bisa pasar ditertibkan, saya akan tutup pasar itu,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dengan lantang, di hadapan para kepala pasar, Senin (13/7).

Terus bertambahnya kasus positif covid di Kota Mataram, cukup membuat Ahyar gerah. Yang mana berdasarkan data, penambahan kasus disumbang masyarakat yang memiliki komorbid dan sedang dirawat di rumah sakit. Juga klaster perbankan serta kantor swasta.

Ini ditambah lagi dengan kritikan dari Pemprov NTB melalui Wakil Gubernur. Yang pekan lalu, sempat roadshow ke sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram. Dan, menemukan masih adanya pedagang dan pengunjung pasar yang tidak mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan covid.

Kondisi tersebut direspons Pemkot Mataram melalui gugus tugas. Ahyar bahkan mengeluarkan ancaman kepada kepala pasar. Jika tidak bisa mematuhi, lebih baik pasar ditutup sekalian. ”Tiga bulan kita kerja, macam-macam tanggapan orang. Sekarang kita tunjukkan kalau kita bekerja serius. Sungguh-sungguh mencegah penyebaran covid,” tegas Ahyar.

Karena itu, ada tugas tambahan untuk seluruh kepala pasar. Memastikan protokol covid dijalankan di pasar tradisional. Berlaku untuk pedagang dan pengunjung.

Ahyar meminta kepala pasar untuk menekankan kepada pedagang terkait penggunaan masker. Sepanjang mereka berjualan. Begitu juga untuk pengunjung. Selama berada di areal pasar, harus memakai masker dan tidak boleh dilepas.

”Kalau ada yang bandel, kepala pasar lebih bandel lagi. Kepala pasar punya tanggung jawab di sana. Yang tidak patuh, keluarkan saja,” kata Ahyar.

Sejauh ini, Ahyar mengklaim eskalasi penyebarang di tingkat lingkungan bisa dikendalikan. Melalui program penanganan covid berbasis lingkungan (PCBL). Yang kemudian menjadi persoalan sekarang, kasus positif covid terjadi di areal publik. Termasuk pasar tradisional.

Tujuan diperketatnya protokol covid di pasar tradisional, untuk melindungi para pedagang sendiri. Kata Ahyar, jangan sampai pedagang-pedagang yang mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari, justru terkena covid.

”Ini yang bikin kita prihatin. Makanya, mari kita sama-sama sadar diri. Jaga diri dan orang lain,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kebon Roek Malwi mengatakan, penerapan protokol pencegahan covid sudah dilakukan jauh-jauh hari. Mereka bahkan sudah beberapa kali harus mengusir pengunjung yang tidak menggunakan masker.

”Langsung kita usir. Ada yang ajak berdebat, silakan. Tapi aturan tetap kita jalankan. Tidak boleh masuk kalau tidak pakai masker,” kata Malwi. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks