alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Musim Hujan Datang Lebih Awal, Pemkot Mataram Antisipasi Genangan

MATARAM-Hujan menyelimuti wilayah Kota Mataram beberapa hari terakhir. Padahal, Bulan September diketahui seharusnya masih terjadi musim kemarau atau kering.

“Sekarang ini sudah masuk periode peralihan musim kemarau ke musim hujan,” jelas Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG yang berkantor di Lombok Barat Restu Patria Megantara kepada Lombok Post, kemarin (13/9).

Musim kemarau tahun ini juga disebutnya lebih basah dan lebih pendek. Bahkan, sepanjang musim kemarau juga terjadi beberapa kali hujan. Termasuk beberapa hari terakhir ini.

Namun khusus hujan beberapa hari terakhir ini disebutnya menjadi ciri-ciri peralihan musim. Meskipun hujan tidak merata di wilayah NTB. “Hujan dari pantauan kami ada di Mataram dan Lombok Barat. Lombok Timur dan utara tidak terlalu signifikan. Hujan berada di area tengah ke barat pulau Lombok akibat ada gangguan cuaca,” jelasnya.

Fenomena hujan di tengah musim kemarau tahun ini disebut Restu dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscalliation (MJO). MJO sendiri merupakan gangguan awan, hujan, angin, dan tekanan udara yang melintasi kawasan tropis. MJO kerap digambarkan sebagai variabilitas iklim tropis interseasonal (bervariasi setiap minggunya).

Suatu gelombang yang membawa awan hujan menyebabkan meningkatkan awan hujan di sebuah daerah. “Tapi hujan ini akan terjadi sekitar 3-7 hari. Setelah fenomena ini lewat, perkiraan kami akhir September dan awal Oktober masih musim kemarau,” paparnya.

Meski yang terjadi saat ini sifatnya gangguan cuaca sementara, namun hujan lebat dan angin kencang sempat terjadi di beberapa wilayah. Sehingga ini patut diantisipasi.

Untuk musim hujan yang sebenarnya, Stasiun Klimatologi BMKG memperkirakan paling cepat mulai di pertengahan Oktober atau dasarian kedua Oktober. Itu pun datangnya tidak merata.

“Di pertengahan Oktober musim hujan paling awal terjadi di Mataram dan Lombok Barat. Kemudian Bima bagian paling ujung (mulai hujan),” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengaku pihaknya siap mengantisipasi datangnya hujan paling awal di Kota Mataram. Kaitannya dengan kejadian banjir atau genangan akibat luapan di sejumlah saluran.

“Petugas kami siagakan. Begitu ada genangan, mereka akan turun mengurai penyumbatan saluran akibat sampah atau yang lainnya,” ucapnya.

Misalnya genangan di Jalan Selaparang Kelurahan Mayura, Miftah mengatakan kini jalan tersebut sudah bebas dari genangan. Setelah petugas mengangkat tanah yang menyebabkan saluran tersumbat total.

“Begitu juga di titik-titik yang lain siap kami bersihkan. Misalnya di saluran wilayah Kekalik Kompleks Perumahan Kehutanan. Itu setiap dua hari salurannya dipenuhi sampah dan harus kami angkat,” katanya.

Miftah hanya berharap, dalam mengantisipasi genangan dan banjir, masyarakat Kota Mataram tak membuang sampah di saluran atau sungai. Karena itu akan menyebabkan penyumbatan saluran dan berpotensi menimbulkan genangan atau banjir.

“Petugas kami siap, cuma kami minta tolong jangan buang sampah ke saluran drainase. Itu saja,” pintanya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks