alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Tarif Parkir di Kota Mataram Bakal Naik

MATARAM-Pemerintah kembali memberikan sinyal kuat untuk menaikkan tarif parkir di Kota Mataram. Rencana ini ditempuh untuk memperbaiki Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir yang selalu di bawah target.

Ide menaikkan tarif parkir ini, tergambar dari proses pembahasan pra-penyusunan KUA PPAS 2021. “Sekarang ini masih dalam proses (bersama dewan membahas pra penyusunan KUA PPAS),” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Effendi Eko Saswito.

Secara umum untuk pembahasan pra KUA PPAS adalah memetakan sumber pendapatan daerah untuk APBD 2022. “Baik yang bersumber dari dana transfer (pusat) atau Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Eko berharap tahun 2022 performa pendapatan dapat lebih baik dibanding 2021. Oleh karenanya berbagai sektor yang berpotensi dapat meningkatkan perolehan Dana Transfer dan PAD akan digenjot lagi untuk meningkatkan pendapatan.

Dua sumber pendapatan antara lain pajak dan retribusi parkir masih dianggap mampu ditingkatkan lagi. Di sinilah Eko mengungkapkan rencana meningkatkan pendapatan PAD yang bersumber dari retribusi dengan meningkatkan retribusi parkir kendaraan.

“Termasuk di dalamnya (akan menggenjot) retribusi parkir,” ungkapnya.

Namun ditegaskan Eko, kenaikan ini masih sebatas wacana. Ada beberapa langkah strategis yang harus ditempuh agar rencana menaikkan tarif parkir dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Pertama kita siapkan regulasi, kedua perbaikan layanan, dan ketiga baru kita proyeksikan berapa kenaikkan (yang ideal),” jelasnya.

Eko terlihat sangat antusias menaikkan tarif parkir. Dia beralasan, tarif yang diberlakukan saat ini merupakan keputusan yang dibuat  berdasarkan situasi dan kemampuan eknomi masyakat belasan tahun lalu.

“(Tarif yang sekarang) ditentukan sudah 11 tahun,” ungkapnya.

Namun sekali lagi, Eko menegaskan tak akan ujug-ujug, menaikkan tarif parkir. Tanpa melewati prosedur evaluasi, meminta saran dan pendapat, sampai dengan ditetapkan dengan mengacu pada ketentuan yang ada.

“Justru itu (pendapatan dari parkir tidak naik-naik bahkan di bawah target) kami melihat ada sejumlah persoalan yang harus dipenuhi seperti Sarana dan Prasarana (Sarpras), hingga SDM,” ujarnya.

Ketua TAPD itu juga membuka peluang mengakomodir harapan Dinas Perhubungan (Dishub) agar menaikkan anggaran penataan parkir.

Mengingat dengan anggaran saat ini yang berkisar Rp 400 Juta dinilai tidak seimbangan dengan target retribusi mencapai Rp 18 Miliar.

“Nah nanti diupayakan (untuk harapan Dishub),” janjinya.

Selama tuntutan itu relevan dan dapat dipastikan membuat performa Dishub semakin membaik meningkatan PAD dari retribusi parkir.

“Lalu apa saja bentuk peningkatannya, itu yang sedang kita siapkan skenarionya,” terangnya.

Eko menegaskan target pendapatan Rp 18 Miliar harus dapat terpenuhi tahun depan. Mengingat saat ditetapkan keputusan itu telah didasari berbagai pertimbangan terhadap potensi daerah dari parkir.

“(Harapan meningkatkan biaya oprasional) itu bagian untuk kami evaluasi (apakah memungkinkan untuk dinaikkan atau tidak), terkait juga dengan anggaran (Dishub untuk menata parkir),” paparnya.

Anggota DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji, melihat rencana kenaikan retribusi bukan solusi tepat. Hal ini karena para Juru Parkir (Jukir) ketika menerima uang, pola pikirnya menganggap uang itu adalah uang mereka.

“Bukan uang titipan untuk daerah,” katanya.

Sehingga ketika tiba waktu menyetor pendapatan, tidak ada rasa tanggung jawab yang muncul untuk memastikan antara pendapatan dengan jumlah yang harus diserahkan ke daerah sesuai dengan ketentuan.

“Kalau sistemnya masih cash atau tunai sulit,” ujarnya.

Politisi PKP itu lebih setuju parkir ditangani Perusahaan Daerah (Perusda).

“Silakan kalau mau jadi Perusda sehingga pengelolaannya lebih profesional,” dorongnya.

Sebagai gambaran, per bulan September lalu realisasi retribusi parkir baru di angka Rp 1,77 Miliar. Masih jauh dari target Rp 18,7 Miliar. (zad/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks