alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Merasa Mampu, Warga Pejeruk Ampenan Tolak Dana Bantuan PPKM

MATARAM-Pemerintah pusat melalui Dirjen Linjamsos Kementerian Sosial menyalurkan bantuan PPKM kepada masyarakat. Di Kota Mataram terdapat 6.290 warga yang menerima bantuan ini. Menariknya, ada warga yang memilih menolak bantuan Rp 1,2 juta ini. Misalnya di Kelurahan Pejeruk.

“Hari ini (kemarin, Red) dilakukan pencairan. Ada beberapa warga kami yang merasa mampu menolak bantuan PPKM ini. Mereka menandatangani surat pernyataan penolakan,” beber Lurah Pejeruk Lalu Bagus Apriadi kepada Lombok Post.

Penolakan sejumlah warga tersebut menurutnya bukan bermaksud tidak mau menerima bantuan. Tetapi murni karena kesadaran mereka jika ada warga lain yang lebih layak menerima bantuan tersebut. “Karena kebetulan yang memang menerima bantuan ini secara ekonomi mereka mampu meskipun terdampak pandemi. Kami apresiasi dan syukuri warga yang punya kesadaran seperti ini,” lanjut Lurah.

Total ada sekitar 100 lebih warga Pejeruk yang menerima bantuan PPKM. Namun dari jumlah tersebut, ada beberapa orang yang menolak. Jumlah warga yang menolak tidak dihitung secara detail oleh pemerintah kelurahan.

Penyaluran bantuan PPKM sebesar Rp 200 ribu per bulan ini dilakukan di sejumlah kantor kelurahan kemarin. Di Kantor Lurah Pejeruk, petugas Bank BRI menunggu warga untuk mencairkan bantuan lewat kartu yang diterimanya.

“Kebetulan di Kantir Lurah Pejeruk ada tiga kelurahan yang dipusatkan melakukan pencairan di sini. Kelurahan Pajarakan dan Kelurahan Kebon Sari juga ngambil bantuannya di sini,” ujarnya.

Camat Ampenan Muzakkir Walad mengatakan Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin dan Direktur Jaminan Sosial Keluarga Heri Kris Sritanto langsung inspeksi ke kantor camat kemarin. Mereka mengatensi penyaluran bantuan PPKM ke 1.047 warga yang banyak belum terserap. “Beliau meminta agar dilakukan percepatan. Karena baru sekitar 100 KPM yang menerima. Makanya hari ini dikebut dengan kami berkoordinasi dengan BRI, pendamping, termasuk kelurahan,” jelasnya.

Diharapkan, tanggal 14 Januari penyaluran sudah selesai. Karena itu menjadi batas waktu penyaluran. Penyaluran dipusatkan di kantor lurah agar dekat dengan masyarakat. Kemudian bagi warga yang sudah meninggal dunia namun namnya tertera sebagai penerima, mereka bisa diwakili oleh ahli warisnya.

Koordinator Pendamping Penyaluran Bantuan PPKM Dinas Sosial Kota Mataram Moh Syaiful Bachtiar mengatakan, Dirjen Linjamsos memang meminta agar penyaluran bantuan dipercepat. Karena bantuan PPKM sebesar Rp 1,2 juta dengan rincian Rp 200 ribu per bulan harusnya sudah selesai 31 Desember lalu. Bantuan ini diberikan selama enam bulan terhitung mulai Bulan Juli 2021 lalu.

“Penyalurannya diperpanjang sampai tanggal 15 Januari,” papar Saiful.

Jika bantuan tak juga tersalurkan hingga 15 Januari, maka bantuan tersebut kembali ke kas negara. Untuk itu bantuan dipercepat agar bisa diterima masyarakat. Sesuai Instruksi Kemensos, bantuan yang seharusnya disalurkan dalam bentuk sembako ini akhirnya bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai.

Total penerima secara keseluruhan bantuan PPKM di Kota Mataram sebanyak 6.290 orang. Penyaluran dijadwalkan sudah harus selesai hari ini. “Besok (hari ini, Red) tinggal di Kecamatan Sekarbela dan Sandubaya,” tandasnya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks